June 2021

Ethical Clearance dan Komite Etik Penelitian Psikologi

Penelitian psikologi wajib beretika. Guna lebih menjamin pernyataan ini, dibutuhkan Ethical Clearance.

Apa itu Ethical Clearance? Apakah soal boleh/tidak boleh mengenai sebuah aksi riset? Soal putih/hitamnya penelitian? Atau, ada yang lebih mendasar?

Yang menerbitkannya adalah Komite/Komisi Etik Penelitian. Tapi… apa syarat-syarat atau kualifikasi komite ini?

Apakah semua badan yang mengklaim dirinya sebagai ‘Komite etik’ itu layak untuk kita datangi guna meminta pertimbangan, konsiderasi, bahkan keputusan etik mengenai kelayakan sebuah riset psikologi?

Bagaimana dengan etika riset yang melibatkan mahadata (big data)? Apakah ada perkembangan etika di sini? Atau etika yang ada sudah cukup memandu?

Saya membicarakannya dalam webinar Hati-hati Meneliti: Etika Riset Manusia dalam Penelitian Psikologi, yang diselenggarakan oleh Undhira Bali.

Seminar Psikologi untuk Umum yang membahas Ethical Clearance yg diselenggarakan secara khusus oleh Fakultas/Jurusan/Program Studi Psikologi di Indonesia mungkin baru pertama kali ini diadakan.

Salut utk Psi. Undhira!

Materi paparan saya terbagi menjadi 6 (enam) bagian:

(1) Gejala yang saya saksikan belum lama ini

(2) “Etika Sedang Naik Daun”

(3) Panorama Klirens Etik Penelitian

(4) Bad Science?

(5) Dari Hati Nurani ke Komite Etik

(6) Etik Riset SOSHUM “Berbeda” dari Biomedis : Bahan Penyusunan Formulir Ethical Clearance

Terms of Reference Webinar 26 Juni 2021. Kekhasan penelitian psikologi adalah proses pelaksanaan penelitian yang melibatkan manusia dan luaran penelitian yang berdampak bagi manusia. Oleh karena itu, etika riset manusia membantu penelitian psikologi tetap empiris dan menjaga hak asasi manusia. Salah satu ragam penelitian psikologi, khususnya di Indonesia, adalah penelitian mengenai perilaku manusia dalam kaitannya dengan konteks sosial, budaya, dan/atau latar belakang etnis.

Apabila tidak disadari oleh peneliti, penelitian psikologi dalam ranah tersebut rentan menimbulkan bahaya laten seperti meningkatnya diskriminasi atau rasisme terhadap kelompok etnis tertentu, bahkan memperuncing perpecahan atau pengelompokan antar suku bangsa di suatu wilayah. Oleh karena itu, etika riset manusia dalam penelitian psikologi dan publikasi hasil penelitian menjadi penting untuk diperhatikan.

Salah satu cara untuk memastikan peneliti telah menerapkan prinsip-prinsip etika riset manusia dan kode etik penelitian adalah melalui proses ethical clearance. Ethical Clearance (EC) atau kelayakan etik merupakan keterangan tertulis yang diberikan oleh komisi etik penelitian untuk riset yang melibatkan makhluk hidup yang menyatakan bahwa suatu proposal riset layak dilaksanakan setelah memenuhi persyaratan tertentu. Di lain pihak, persetujuan dari Komisi Etik Penelitian dalam suatu riset sangat diperlukan dalam publikasi jurnal ilmiah nasional ataupun internasional.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan mengenai manfaat memahami etika riset manusia dan memahami cara mengajukan/memperoleh EC.  Bagi peneliti psikologi,  adanya EC memberi perlindungan kepada peneliti dan partisipan, serta secara praktis mempermudah proses publikasi penelitiannya.  Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura berkolaborasi dengan Konsorsium Psikokultural Indonesia (KPI) mengadakan seminar dalam jaringan dengan judul “Hati-hati meneliti: Etika riset manusia dalam penelitian psikologi.”.

Seminar daring ini bertujuan untuk:

  1. Mengajak para peneliti di Indonesia untuk lebih memperhatikan kode etik dalam melakukan penelitian ataupun publikasi hasil penelitian
  2. Menambah wawasan peserta terkait dampak yang dapat terjadi dari proses penelitian dan publikasi hasil penelitian terkait kajian sosial budaya
  3. Memberikan pengetahuan terkait pentingnya ethical clearance dalam penelitian
  4. Memberikan pengetahuan terkait prosedur pelaksanaan uji etik penelitian.
  5. Memberikan manfaat praktis bagi peneliti psikologi Indonesia dalam pemerolehan ethical clearance

Psikolog sosial BINUS bergabung dalam MAKPI

Psikolog sosial BINUS University, Dr. Juneman Abraham, bergabung dalam sebuah organisasi pemerhati dan pegiat kebijakan publik, yang bernama Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI), yang diketuai oleh Dr. Riant Nugroho.

Dr. J. Abraham, yang juga merupakan pengajar Psikologi Kebijakan Publik, juga sekaligus sebagai anggota pengurus Kompartemen Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dalam struktur kepengurusan MAKPI yang pertama. Peluncuran (soft-launching) MAKPI dilakukan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2021.

Semoga semakin memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia, Fostering and Empowering the society in building and serving the Nation, melalui penghebatan kebijakan-kebijakan publik di Indonesia.

Update 26 Agustus 2021: Menghadiri Wisuda Virtual Program Mini Magister Kebijakan Publik sebagai salah satu peserta (Saya berpakaian a la Betawi dengan nomor peserta 132/20). Penyelenggara: Rumah Reformasi Kebijakan (RRK), dengan Ketua Yayasan Dr. Riant Nugroho.

Berbagi dengan Mahasiswa di UPN Veteran Yogyakarta

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan kreativitas serta minat mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Departemen Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan webinar PKM dengan berfokus pada penggalian ide kreatif dalam penulisan PKM terfokus pada PKM-K dan PKM-PM. Dengan diadakannya webinar ini, diharapkan mahasiswa mampu menghasilkan ide – ide yang jauh lebih kreatif serta inovatif sehingga nantinya mahasiswa mampu untuk lebih berfikir kreatif bahkan mampu bersaing di tingkat PIMNAS maupun lomba kepenulisan lainnya.

Webinar ini dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 12 Juni 2021
Waktu : 09.00 WIB s.d selesai
Tempat : Aplikasi Zoom Meeting.

Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Memberikan pengetahuan serta pemahaman mengenai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
  2. Memberikan pengetahuan yang mendukung pengembangan intelektualitas bagi mahasiswa tentang bagaimana cara berfikir kreatif dan inovatif
  3. Memotivasi mahasiswa bahwa menulis PKM tidak sesulit yang dibayangkan.
  4. Mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta untuk berani menuangkan ide dan gagasannya dalam proposal PKM
  5. Membantu mahasiswa dalam pengembangan ide kepenulisan PKM yang nantinya dapat diajukan sebagai lomba maupun Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Lead Auditor, AMI (Audit Mutu Internal) BINUS University 2021

Audit Mutu Internal merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu (SPMI) yang dilaksanakan oleh Bina Nusantara University secara rutin, setiap tahun. Pada tahun yang lalu, kami melakukan auditing akademik terhadap dua buah program studi pada September 2020.

Pada 2021 ini, saya sebagai Lead Auditor bersama dengan tim audit melakukan auditing terhadap dua buah program studi. Yang pertama adalah program studi Business Information Systems (International Program) yang berlangsung pada 19 Mei 2021.

Update: 3 Juli 2021, Mengaudit Prodi Master of Accounting (MAKSI) BINUS University

Psikologi Pancasila

Sumber gambar: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:GARUDA_PANCASILA.jpg

Psikologi Pancasila, atau lebih tepatnya Psikologi Keber-Pancasila-an, merupakan aplikasi perspektif dan teori psikologi dalam menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksikan sikap dan perilaku ber-Pancasila (memuat nilai-nilai Pancasila).

Dalam hal ini, saya bersama tim peneliti, telah menerbitkan sejumlah studi yang mengindikasikan bahwa Pancasila dapat digali, dibahas, dan diekspos pada taraf ilmiah. Dengan demikian, mistifikasi dan sakralisasi Pancasila tidak perlu terjadi, karena Pancasila memang merupakan “ideologi” terbuka, yang senantiasa mempertahankan relevansinya dalam hidup sehari-hari dengan membuka diri terhadap segenap reinterpretasi (penafsiran ulang), justru guna menjawab perkembangan zaman.

Berikut ini adalah sejumlah daftar studi dan penelitian kami tentang Psikologi Pancasila atau Psikologi Keber-Pancasila-an itu:

Review of ‘“Public Religion” and the Pancasila-Based State of Indonesia. An Ethical and Sociological Analysis.

Semakin Kental Identitas Religius Semakin Lunturkah Identitas Nasional? Peran Keberpancasilaan Pada Remaja Indonesia

Kompatibilitas Keutamaan Karakter Dengan Nilai-Nilai Pancasila: Perspektif Kontrak Psikologis dan Kontrak Sosial

Symbolic meaning of money, self-esteem, and identification with Pancasila values

Validasi Konkuren Skala Keber-Pancasila-an Pada Remaja Mahasiswa di Jakarta

Di samping itu, ada berbagai penelitian yang bernuansakan Psikologi Pancasila, atau Psikologi Keber-Pancasila-an, walau tidak secara eksplisit menyebut kata Pancasila; yang dapat dilihat melalui Google Scholar saya.

Belakangan, saya juga terlibat dalam sebuah forum yang kami namai Amerta Pancasila. Forum ini melakukan berbagai diskusi tentang Pancasila dan Keber-Pancasila-an dalam hidup sehari-hari dan dalam lingkungan akademik (karena sebagian dari kami adalah dosen).

Ngobrol santai di Hari Buruh, 1 Mei 2020.

Bincang dengan Redaksi KOMPAS.

Bincang dengan Pusat Studi Pancasila, Universitas Pancasila.

Bincang di ruang Yayasan PPM.

Bincang dengan eks-Kepala BP7.

Bincang di Beranda PPM dengan Mantan Deputi BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).

Nantikan juga penelitian saya bersama tim tentang studi lanjut Psikologi Pancasila, insya Allah akan kami rilis di antara Juni 2021 sampai Juni 2022!

Salam Pancasila!