juneman

Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual

Pada 18 Juli 2022, saya sebagai representasi Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyampaikan eksposur tentang integrasi upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan orangtua/pengasuh dan anak dalam pencegahan dan respon kekerasan seksual pada anak.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari meeting riset dengan Wahana Visi Indonesia (November 2021), dan mendiskusi perlindungan anak (Februari 2020), bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, serta berbagai pemangku kepentingan seperti PKBI, ECPAT, Yayasan PULIH, Forum Anak, dan sebagainya.

Semoga sinergi ini membuahkan hasil yang bermanfaat dalam rangka perlindungan anak di tingkat nasional.

Update 28 Juli 2022: Rapat Tim HIMPSI

Update 29 Juli 2022: Rapat Tim HIMPSI Wahana Visi Indonesia dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan (Ibu Rohika Kurniadi Sari, S.H., M.Si.)

Update 4 Agustus 2022: Instrumentasi Penelitian, Penyusunan Alat Ukur Penelitian

Update 11 dan 24 Agustus 2022: TryOut Instrumen Penelitian bersama Orangtua, Anak, dan Enumerator

Menguji Calon Doktor di Atma Jaya

Melakukan pengujian kepada Calon Doktor Ilmu Psikologi, Rahmanto Kusendi Pratomo, di Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, untuk proposal disertasinya, pada Senin, 4 Juli 2022, yang mengangkat perilaku pro-lingkungan pada pemukim wilayah kumuh di Jakarta.

Susunan tim penguji:

Tim Penguji :

  1. Prof. Dr. phil. Hana R. G. Panggabean, Psikolog (Penguji 1)
  2. Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si (Penguji 2)
  3. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si (Penguji 3)

Proposal Disertasi ini dihasilkan atas kerja sama antara Calon Doktor dengan:

  1. Prof. Dr. Benedicta P. Dwi Riyanti, M.Si., Psikolog (Dosen Pengampu Mata Kuliah)
  2. Dr. Clara R. P. Ajisuksmo, MSc., Psikolog (Dosen Pengampu Mata Kuliah)

Dikutip dalam Naskah Akademik RUU Pendidikan dan Layanan Psikologi (RUU PLP)

Pada akhir 2020, dalam sebuah wawancara dengan TheConversation Indonesia, saya menyatakan hal sebagai berikut:

Di dalam berbagai lembaga tersebut juga tersebar Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) yang memuat peraturan perundang-undangan dan naskah akademiknya.

Masalahnya, belum ada ekosistem yang dapat menghubungkan secara efektif antara riset yang ada, naskah akademik yang hendak dibuat, dan kebijakan publik.

Padahal keterhubungan inilah yang merupakan jantung dari kebijakan publik berbasis sains yang selama ini diidamkan.

Di beberapa negara seperti Inggris, misalnya, terdapat Altmetric yang mulai mampu mengidentifikasi dokumen kebijakan mana saja yang melakukan pengutipan hasil riset.

Saya juga telah mengusulkan dibangunnya sebuah Repositori Kebijakan Nasional guna memfasilitasi kesinambungan antara tiga poin tersebut. Repositori kebijakan ini bisa dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan untuk memetakan apakah dokumen kebijakan publik di level nasional sudah berlandaskan riset.

Dalam RUU Pendidikan dan Layanan Psikologi (dahulu: RUU Praktik Psikologi), kiprah psikologi Indonesia dalam berkontribusi terhadap teori dan praktik psikologi korupsi, tampak dalam Naskah Akademik RUU Praktik Psikologi versi kedua (Februari, 2021) yang didokumentasikan oleh DPR RI, sebagai berikut:

Hal ini menandakan bahwa riset-riset Dr. Juneman Abraham mengenai Psikologi Korupsi, secara bertahap terus memberikan pengaruh pada kebijakan publik.

Self-Healing yang Efektif: Kata Sambutan

Pada 11 Juni 2022, saya diundang untuk memberikan kata sambutan terhadap kegiatan Himpunan Mahasiswa Psikologi BINUS University bertajuk Effective Self-Healing: Dealing with Post-Pandemic Stress.

Beberapa poin sambutan yang saya sampaikan adalah:

  1. Kita berharap bahwa periode ini memang merupakan indikasi post-pandemic (pasca pandemi), walau tetap harus waspada dengan kehadiran virus Corona subvarian BA4 dan BA5 yang sudah terdeteksi di Bali.
  2. Sektor ekonomi yang pernah terpukul habis-habisan mulai bangkit lagi. Masalah psikologis sosial tentu tidak terlepas dari pemasalahan ekonomi yang mendera sebagian dari kita, misalnya orangtua mahasiswa yang terkena PHK, penurunan gaji, dan sebagainya.
  3. Pada bulan Mei 2022, Kemenkes mengumumkan statistik angka kejadian gagasan bunuh diri (suicide ideation) yang cukup mengkhawatirkan, sebagai berikut: “‘Masalah bunuh diri sebagai contoh, di 5 bulan awal pandemi COVID-19 datang, survei mengatakan bahwa 1 dari 5 orang di Indonesia usia 15 sampai 29 tahun terpikir untuk mengakhiri hidup. Selanjutnya 1 tahun pasca pandemi oleh survei yang berbeda didapatkan data 2 dari 5 orang memikirkan untuk bunuh diri. Dan sekarang di tahun awal 2022 itu sekitar 1 dari 2 orang yang memikirkan untuk mengakhiri hidup,” kata dr. Hervita.
    Event AKSI 2022 dengan tema Self-Healing dengan demikian sangat diapresiasi karena tepat waktu menanggapi masalah ini. Saya sendiri terlibat dalam sebuah gerakan sosial Inisiatif Pencegahan Bunuh Diri Nasional.
  4. AKSI 2022 berperan dalam menyajikan berbagai intervensi yang terbukti efektif secara ilmiah untuk mengatasi persoalan masalah kesehatan jiwa, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun budaya.
  5. Pada tingkat nasional tersedia hotline Sehat Jiwa (SEJIWA), yaitu 119 extension 8. Saya pun terlibat dalam Layanan Konsultasi Psikologi Sehat Jiwa, yang di-endorse oleh sejumlah Kementerian/Lembaga dan asosiasi profesi psikologi, seperti Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Himpunan Psikologi Indonesia. Mahasiswa Psikologi BINUS dapat memanfaatkannya ketika mencari bantuan psikologis, di samping memanfaatkan layanan konseling yang disediakan oleh Student Affairs & Community Development, BINUS University.



  6. Mari kita mewaspadai gejala palsu akibat self-diagnose yang tidak tepat. Saya pribadi pernah berbicara panjang-lebar secara mendalam mengenai diagnosis diri (self-diagnose): Apakah boleh?. Jangan sampai sedikit-sedikit Self-Healing. Jika salah diagnosis, maka bisa salah treatment (perlakuan). Self-diagnose belakangan banyak diselebrasi oleh para ‘seleb, influencer’ untuk memperoleh berita dan panggung; sehingga mewabah di kalangan anak muda sebagai praktik tanpa kekritisan. Akibatnya, merasa mengalami gangguan, luka, dsb, dan merasa bahwa treatment-nya adalah self-healing. Padahal, boleh jadi yang dialami oleh mahasiswa adalah problem adaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan (seperti tantangan perkuliahan, dan tugas-tugas, ujian, dsb yang sebenarnya adalah hal yang wajar). Dengan demikian, boleh jadi yang dibutuhkan BUKAN self-healing melainkan Self-Management. Butuh pengelolaan diri, perencanaan (planning), dan sejenisnya; bukan self-reward seperti cuti liburan ke Bali 6 bulan; kalau demikian, kapan kuliah bisa selesai?
  7. Pada fase tertentu, jika sudah ‘selesai’ self-healing (jika memang dibutuhkan), jangan lupa untuk healing orang-orang di sekitar, khususnya mereka yang morat-marit secara ekonomi, miskin, marjinal, terpinggir, mengalami kecacatan, dsb, yang perlu diprioritaskan untuk dibantu.

Mendampingi INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi – KPK RI

Pada 9 Juni 2022, sebagai mitra bestari saya menyampaikan materi pendampingan Evaluasi Penyusunan INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi kepada Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi.

Di samping mengevaluasi aspek-aspek teknis, manajerial, maupun substansi isi dari jurnal tersebut, saya juga diminta untuk memberikan pandangan sesuai keahlian mengenai persiapan menuju indeksasi Scopus. Hal ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengembangan Jurnal INTEGRITAS (2020) dan kegiatan Workshop Pengenalan dan Penulisan INTEGRITAS (2021).

Rekognisi dari sistem pengindeks seperti Scopus, memang bukan tujuan; melainkan instrumen untuk mencapai visibilitas, keilmiahan (state of the art), dan kebermanfaatan jurnal.

Untuk itu, cara-cara yang ditempuh menuju indeksasi wajib merupakan langkah-langkah yang etis, tidak melanggar integritas akademik.

Reviewer Penelitian Nasional 2022

Sebagai Reviewer Penelitian Nasional (RPN) Bersertifikasi, dengan kualifikasi Certified International Research Reviewer (CIRR), pada tahun 2022, saya kembali memperoleh amanat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi/Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk melakukan seleksi substansi terhadap berbagai proposal program penelitian yang diunggah oleh para dosen Indonesia melalui Simlitabmas Kementerian Dikbudristek RI.

Sebelumnya, pada tahun 2019 (Penelitian Tesis Magister/PTM, Penelitian Disertasi Doktor/PDD, dan Penelitian Dosen Pemula/PDP) serta 2020 (Penelitian Dosen Pemula), saya dipercaya untuk mengemban amanat serupa. Kali ini (2022), saya diminta untuk me-review 151 (seratus lima puluh satu) proposal penelitian dosen pemula (skema PDP) juga PDUPT/Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi.

Semoga bermanfaat untuk masyarakat Indonesia dengan topangan riset-riset bermutu hasil pertimbangan Tim Pelaksana Seleksi Substansi!

Pertemuan Editor Jurnal ELIGIBLE LL Dikti Wilayah III

Sebagai kelanjutan dari kegiatan sebagai Editorial Board Jurnal ELIGIBLE dari LL Dikti Wilayah III (atau: Dikti Monas) dan pendampingan akreditasi jurnal ilmiah di lingkungan LL Dikti Wilayah III, saya menghadiri pertemuan pada 8 Juni 2022 dengan agenda pergantian Chief dan Managing Editor, serta penyusunan peta jalan jurnal ini, yang dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga, Ibu Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P.

Dalam kesempatan ini, Ibu KaLem memberikan banyak motivasi serta memperlihatkan komitmen yang besar untuk menjadikan jurnal-jurnal dalam binaan LL Dikti Wilayah III menjadi bermanfaat dan bereputasi setidaknya untuk 27.000 dosen di perguruan tinggi dalam lingkungan lembaga, hingga meluas dengan tagline, “Dari Jakarta Untuk Indonesia”, “Dari Jakarta Untuk Dunia”.

Psikologi Positif di Universitas Maranatha

Setelah pada tahun 2020, saya berbagi mengenai Sekolah Positif dan Pendidikan Positif, pada 3 Juni 2022, saya memperoleh amanat dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, untuk sharing tentang Positive Psychology Practice – Dilemma and Ethics khususnya dalam konteks Pengembangan Komunitas (Community Development), melalui Zoom. Hadir para mahasiswa dan dosen, lebih dari 100 peserta.

https://figshare.com/articles/presentation/Etika_dalam_Praktik_dan_Intervensi_Psikologi_Positif/19992056

Editorial Meeting: ANIMA dan PSIKOHUMANIORA

Pada 28 Mei 2022, terselenggara editorial meeting dari ANIMA Indonesian Psychological Journal (Jurnal Psikologi Tertua di Indonesia, dan Terakreditasi Nasional), bertempat di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, dalam menentukan arah pengembangan jurnal ini, terkhusus fokus dan cakupan. Riwayat meeting sebelumnya tertera dalam tautan ini.

Dari kiri ke kanan: Juneman Abraham (Universitas Bina Nusantara), Ide Bagus Siaputra (Editor-in-Chief; Universitas Surabaya), dan Indra Yohanes Kiling (Universitas Nusa Cendana Kupang)

Pada 30 Mei 2022, terselenggara editorial meeting dari Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi (Jurnal Psikologi Pertama di Indonesia yang diindeks oleh Scopus), bertempat di Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.

Dari kiri ke kanan: Baidi Bukhori (Editor-in-Chief; UIN Walisongo Semarang Jawa Tengah), Helmi Suyanto, Azam, Juneman Abraham

Kelas Psikologi Kebijakan Publik

Sudah beberapa tahun, sejak Semester Genap 2017/2018, saya mengampu/mengajar mata kuliah Psychology of Public Policy (Psikologi Kebijakan Publik), termasuk pada Semester Genap 2021/2022 ini.

Pada cuplikan di bawah ini, mahasiswa belajar bersama mengenai psikologi masyarakat yang melibatkan dirinya baik dalam proses penyusunan maupun evaluasi suatu kebijakan publik. Kelas berlangsung secara interaktif dan penggunaan multimedia senantiasa ada di setiap pertemuan, sehingga merangsang berbagai diskusi bahkan perdebatan akademik.

Psikologi Kebijakan Publik merupakan salah satu mata kuliah peminatan Psikologi Sosial/Komunitas yang ada di Jurusan Psikologi BINUS University.

Di samping mata kuliah ini, saya juga mengampu mata kuliah The Origins of Psychology, atau Sejarah Pemikiran Psikologi. Cuplikannya ada di sini.