Mar
30
2021
0

Narasumber Kajian Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional

Menjadi narasumber pada acara Seminar Riset Disain “Kajian Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) Sebagai Sarana Preservasi dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Pada Data dan Publikasi Penelitian: Studi Kasus Kedeputian IPSK LIPI” di lingkungan Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPSK – LIPI), pada 30 Maret 2021, via Zoom.

Acara ini terlaksana di bawah supervisi Ibu Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, M.A. dengan moderator Bapak Adzans Sofiawan, dan peneliti (calon analis data ilmiah) Bapak Anggih Tangkas, dkk.

Dec
02
2020
0

Amanat sebagai Penilai Substansi Proposal Penelitian

Pada 2020 ini, Alhamdulillah, saya kembali memperoleh amanat sebagai bagian dari tim Reviewer Nasional Substansi Proposal Penelitian Kompetitif pada Kementerian Ristek/BRIN, setelah sebelumnya pada 2019 saya menerima amanat serupa. Kali ini, saya dipercayai 93 proposal penelitian nasional untuk di-review. Semoga hasil telaah bermanfaat untuk para peneliti di Indonesia.

Review Penelitian Nasional Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), juga sebagai penilai kemajuan dan penilai luaran.

Oct
09
2020
0

Tim Majelis Psikologi Pusat membahas Naskah Akademik RUU Praktik Psikologi

Turut membantu dalam diskusi Tim MPP (Majelis Psikologi Pusat), 9 Oktober 2020, empat hari pasca disahkannya RUU Praktik Psikologi sebagai Rancangan Undang Undang Inisiatif DPR RI (5 Oktober 2020).

Update: Rapat RUU Praktik Psikologi dengan Pengurus Pusat dan Majelis Psikologi HIMPSI – 9 Februari 2021

Sep
15
2020
0

Menyongsong Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

View this post on Instagram

Hari #KesehatanJiwa Sedunia (HKJS/HKMS) jatuh sebulan lagi, Sabtu, 10 Oktober 2020. Tema HKJS 2020 adalah #MentalHealthForAll: Greater Investment – Greater Access' (https://wfmh.global/world-mental-health-day-2020/). HIMPSI akan menerbitkan buku 'Kesehatan Jiwa dan Resolusi Pascapandemi di Indonesia'. Tulisan Edukasi HIMPSI DI MANA KITA DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA? Kesehatan jiwa memiliki dimensi fisik, mental, sosial, dan bukan semata-mata tidak dideritanya penyakit. Dalam pengalaman gangguan jiwa pun, konteks sosial-budaya berperan. Konteks dapat mempengaruhi sebagian orang yang terganggu jiwanya merasakan dunia yang kian menyempit. Gangguan yang mereka alami menjadi batas-batas bahkan mengerutkan diri mereka. Konteks sosial menjadi sumber distres. Namun bagi sebagian yang lain, ketika berinteraksi dengan konteks, gangguan menjadi ajang dimulainya penemuan-ulang diri dan penyulut lilin yang menerangi dunia sesama yang kelam. Terlebih pada orang Indonesia, spiritualitas perlu memperoleh perhatian lebih. Jangan sampai terjebak dalam “psikologisasi spiritualitas”, yakni memperlakukan spiritualitas sebagai proses-proses yang melulu dijelaskan secara psikologis. Psikolog Richard Lanyon sudah sejak 1971 mengemukakan tentang *teknologi kesehatan jiwa* yang berfungsi meningkatkan produktivitas manusia. Ada delapan teknologi yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam lapangan kesehatan jiwa, yang belum banyak berkembang pada masa itu, yakni (1) objektivikasi asesmen psikologis, (2) otomasi pemeriksaan psikologis, (3) otomasi klasifikasi informasi psikiatris, (4) teknologi pengambilan keputusan, (5) konseling dan terapi yang dibantu oleh mesin (machine-aided), (6) otomasi layanan pasien psikiatris, (7) teknologi modifikasi perilaku, dan (8) teknologi sistem rumah sakit dan sistem komunitas yang berhubungan dengan kesehatan jiwa. Tantangan bagi profesi psikologi adalah merumuskan teknologi psikologi yang tepat untuk dikembangkan dalam konteks Indonesia. Ternyata, masih banyak “pe-er” kita. Mari menyelesaikannya sambil merayakan HKJS. Penulis: Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP Himpsi bit.ly/hkjsedunia himpsi.or.id

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Sep
03
2020
0
Aug
18
2020
0

Mengukuhkan Psikologi Kebangsaan di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

View this post on Instagram

Tulisan Edukasi HIMPSI #PsikologiKebangsaan #DirgahayuIndonesia Dari aspek psikologis, bangsa (Volk, nation) merupakan komunitas yang diikat oleh persepsi-persepsi subjektif yang melihat dirinya sebagai bagian dari bangsa itu. Karenanya bangsa memiliki jiwa (Volksgeist, national spirit; Volksseele, national psyche), yang sesungguhnya bukan berasal dari kesamaan kesukuan, bahasa, atau kekerabatan, melainkan berasal dari identifikasi psikologis pribadi-pribadi yang bersama-sama meleburkan diri dengan bangsa tersebut. Mengapa Psikologi Kebangsaan menjadi penting sebagai suatu bidang studi dewasa ini? Bangsa menghadapi berbagai persoalan sepanjang sejarahnya. Sebagian besar persoalan, apabila ditilik, sesungguhnya merupakan persoalan bagaimana bangsa berperilaku. Bukan hanya psikologi internasional yang perlu dikuasai, namun justru psikologi bangsa kita sendiri lah yang pertama-tama perlu digali dan dipetakan karakteristik, kekuatan dan kerentanannya. Mengambil kesimpulan tentang jiwa bangsa sangatlah tidak mudah; kita bisa tergelincir pada simplifikasi yang boleh jadi tidak akan menambah sesuatu pemahaman mengenai bangsa kita. Psikologi Kebangsaan jangan diharapkan untuk menghasilkan profil kejiwaan dan perilaku bangsa yang berlaku bagi semua anggota bangsa …. Kontradiksi-kontradiksi (kalau tidak “interlocking realities”) yang mesti dianggap sebagai paradoks dalam Psikologi Kebangsaan sangat dimungkinkan, dan justru jangan dianggap sebagai kegagalan Psikologi itu, melainkan merupakan kenyataan yang membawa kita kepada pemahaman psikologis yang semakin mendekati kebenaran. Meskipun sejak membuminya Psikologi Asia dengan hadirnya APsyA, ABRA, ARUPS, dan AASP, kita memiliki “teropong” dan “lensa” psikologi baru untuk melihat masyarakat Indonesia, kita perlu menyadari bahwa teropong dan lensa itu juga tidak selalu memadai dan meminta kita berkontribusi, melalui Psikologi Kebangsaan, …  agar lebih peka dan presisif dalam pernyataan kita mengenai psikologi kita sendiri. Selengkapnya di: http://bit.ly/psikologikebangsaan Penulis: Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP HIMPSI http://himpsi.or.id http://bit.ly/himpsieducovid

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Written by juneman in: Bangsa | Tags:
Jul
28
2020
0

Psikologi Menanggapi Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual

Dr. Juneman Abraham, S.Psi. memaparkan mengenai Yurisprudensi Terapeutik (Therapeutic Jurisprudence) yang didalaminya sebagai sebuah kajian ilmiah psikologi forensik yang dipetik dalam Naskah Akademik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Kajian sistematik terhadap Hukum Terapeutik dilakukannya sejak lebih dari satu dekade yang lalu, tepatnya tahun 2008, terbit di Jurnal Kajian Ilmiah (JKI) Universitas Bhayangkara Jaya (Ubhara Jaya) Vol. 9 No. 3, 2008. Hal ini sekaligus ikut menegaskan minat dan kiprahnya dalam bidang psikologi kebijakan publik.

Kegiatan ini turut dihadiri dan diberikan paparan oleh Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Ibu Dr. Livia Istania D. F. Iskandar, M.Sc., selaku Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). PDI Perjuangan, selaku penyelenggara kegiatan, memang mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun/Focus Group Discussion (FGD) terkait Urgensi Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual guna menggali informasi dan masukan dari berbagai pihak. Menyadari pentingnya peran masyarakat sipil maupun lembaga-lembaga di luar Legislatif, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) diantara pihak yang diundang untuk memberikan masukan pada acara tsb. Adapun FGD dilaksanakan pada: Selasa, 28 Juli 2020 Pukul : 14.00 sd selesai.

Dr. Abraham merupakan salah seorang representasi HIMPSI (Ketua Kompartemen Riset dan Publikasi) bersama Ketua Umum HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), Prof. Dr. Seger Handoyo, Prof. Dr. Yusti Probowati (Ketua II), Dr. M. G. Adiyanti (Ketua III), Dr. Andik Matulessy (Sekjen), Sri Tiatri, Ph.D. (Ketua Kompartemen Pengembangan Profesi Psikologi dan Kode Etik), dan Dr. Preysi Siby (Bendahara).

Dalam rangka penghapusan kekerasan, Dr. Abraham sebelumnya telah berpartisipasi dalam Menumbuhkan dan Merawat Asa Perubahan Perilaku Pada Laki-laki Pelaku Kekerasan Melalui Konseling serta ikut mengadakan seminar Gender in Justice di BINUS University.

Ketua Umum HIMPSI, Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog

Written by juneman in: Bangsa |
Jul
03
2020
0

Isu Etika Dalam Penelitian

Diskusi daring mengenai isu etis dalam penelitian berlangsung di Webinar dengan menggunakan Zoom, diselenggarakan oleh UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan ICMI dan sejumlah jurnal ilmiah.

Written by juneman in: Akademik,Bangsa |
Jun
25
2020
0

Pembicara Kunci (Keynote Speaker) / Sesorah-nada-dasar* Dalam Konferensi Studi Perilaku

Meskipun telah banyak kali sebagai penyaji (presenter) makalah dalam berbagai event internasional, Rabu, 24 Juni 2020 merupakan kali kedua saya menjadi Pembicara Kunci (Keynote Speaker) dalam sebuah konferensi ilmiah internasional, setelah sebelumnya berbicara di KU Leuven, Belgia.

Konferensi ilmiah itu adalah AMER ABRA International Virtual Conference on Environment-Behaviour Studies, atau disingkat AIVCE-BS. AMER ABRA sendiri merupakan singkatan dari Association of Malaysian Environment-Behaviour Researchers – Association of Behavioural Researchers on Asians/Africans (Persatuan Penyelidik-Penyelidik Perilaku Orang Asia/Afrika) .

Sebagaimana disebutkan dalam prospektus ini, sejak 2009, saya menjadi Keynote Speaker ke-83 dalam seluruh rangkaian konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh AMER ABRA.

Sejumlah nama lainnya yang pernah menjadi Keynote Speakers juga adalah Prof. Dr. Gary Evans (Cornell University), Emer. Prof. Dr. Christopher Spencer (University of Sheffield), Assoc. Prof. Dr. Ir. Iwan Sudradjat (ITB), Prof. Dr. Roger Fay (University of Tasmania), Emer. Prof. Dr. Robert Marans (University of Michigan), Assoc. Prof., Dr. Shenglin Elijah Chang (National Taiwan University), Prof. Dr. Emil Salim (Council of Advisors to the President of the Republic of Indonesia), Dr. Kate Bishop (University of New South Wales), Ar. John Brennan (University of Edinburgh).

Dalam keynote speech ini saya berbicara mengenai The Psychology of Corruption: How far we have moved in research. Saya memaparkan perkembangan studi psikologi korupsi di Indonesia dan dunia pada umumnya, memaparkan hasil-hasil studi saya bersama tim peneliti psikologi korupsi, serta memberikan sejumlah rekomendasi ke depan.

Konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan AMER ABRA sangat menjaga mutu publikasinya. Komite/panitia memiliki tradisi untuk mengumumkan Best Paper Awards. Nomor urut pertama dari paper yang menerima awards kali ini adalah paper yang ditulis oleh Dr. Ni Ketut Agusintadewi dari Universitas Udayana, Indonesia. Suatu hal yang membanggakan!

Catatan kaki:
*) Padanan bahasa Indonesia dari keynote speech sebagai “sesorah-nada-dasar” saya peroleh dari Prof. Liek Wilardjo dari UKSW. Saya mendengar sendiri pertanggungjawaban istilah Indonesia tersebut sewaktu menjadi salah seorang penyaji dalam konferensi “Menggugat Fragmentasi dan Rigiditas Pohon Ilmu“, di mana saya membawakan sebuah makalah.

May
17
2020
0

Menjadi Penilai IDEAthon Ristek/BRIN

Dr. Juneman Abraham memperoleh kepercayaan untuk menjadi salah seorang penilai IDEAthon #Inovasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Ristek/BRIN.

IDEAthon bertumpu pada gagasan “Kebijaksanaan Orang Banyak” (Wisdom of the Crowd), sebagaimana disampaikan oleh Prof. Ismunandar. Hal ini sangat bermanfaat sebagai medium rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi terbuka dan bergotong-royong menghadapi pandemi Covid-19 (Corona Virus Indonesia). Gerakan sosial ini melengkapi inisiatif yang sudah ada dari Kemenristek/BRIn, yakni pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. 

Dalam kesempatan ini, Dr. Abraham melakukan penilaian terhadap 72 dari 4617 proposal yang lolos verifikasi administratif awal. Setiap proposal dinilai oleh 2 orang penilai/reviewer. Total terdapat 57 penilai yang memperoleh kehormatan diundang oleh Kemenristek/BRIN untuk memberikan pertimbangan seleksi proposal kepada Komite/Panel Penilai Kementerian. Kegiatan penilaian ini berlangsung cukup singkat, yakni pada Kamis hingga Sabtu, 23-25 April 2020.

Berikut ini adalah sejumlah flyer, serta dokumentasi foto kegiatan yang diikuti oleh Dr. Abraham, mulai dari Penyamaan Persepsi dan Penilaian bersama dengan Tim Ahli Ristek/BRIN dan LPDP, hingga Pengumuman Penerima Penghargaan oleh Menteri Ristek/Kepala BRIN, Prof. Bambang Brodjonegoro, yang diliput oleh berbagai media massa nasional. Beliau menyatakan:

“Kami menyelenggarakan ini untuk menjaring berbagai ide dari kelompok masyarakat. Tidak hanya dari sisi penyakit atau kesehatannya, tapi juga bagaimana kita bisa memitigasi dampak ekonomi dan sosialnya.”

Kegiatan IDEAthon ini merupakan sumbangsih yang luar biasa dari Kemenristek/BRIN dalam menghadapi persoalan nasional

Written by juneman in: Bangsa,Binusian,Profesi |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio