Aug
03
2020
0
Aug
01
2020
0

Dinantikan: Solusi Spasial Manusia di Masa Pandemi Covid19

View this post on Instagram

Tulisan Edukasi HIMPSI di Masa Pandemi Covid-19 Di saat virtualitas merajalela dengan wacana Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, kita semua disentakkan dengan pandemi Covid-19. Kesadaran kolektif kita mengalami disrupsi oleh fakta bahwa di tengah-tengah perkembangan pesat berbagai teknologi yang membuat kita sebagai manusia merasa semakin "menjiwa", "merohani", dan "memvirtual" (lihatlah ungkapan-ungkapan selebrasi "We Are Virtual" beberapa tahun terakhir ini), orang seperti diminta oleh alam semesta untuk kembali mengenali badannya, praktik-praktiknya, serta batas-batasnya. Gambaran ilmiah dalam bahasa yang membumi bahwa kehidupan sosial-ekonomi kita bersama (jadi, "termasuk saya") akan ambruk dua kali lipat bahkan lebih, tidak lama lagi, apabila protokol kesehatan tidak "membadan", dalam arti diterapkan dalam diri orang dan komunitasnya, perlu terus-menerus disosialisasikan kepada warga melalui berbagai media massa arus utama. Warga mungkin melihat hal tersebut masih "jauh". Yang ada di "depan mata" adalah keinginan dan hasrat-hasratnya. Berdasarkan psikologi spasialitas, sudah saatnya untuk kita semakin "agresif" dalam memperkecil jarak psikologi spasial, dengan menggaungkan imaji-imaji tersebut di era adaptasi kebiasaan baru –sebuah era yang mau membangkitkan perekonomian bangsa sambil mewaspadai isu kesehatan. Jadi, bukan hanya menggiatkan imbauan untuk jaga jarak, cuci tangan dengan air yang mengalir, serta mengenakan masker. Baca selengkapnya di http://bit.ly/sangbadan *Mengembalikan Sang Badan* Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP HIMPSI Akses HIMPSI Peduli Pandemi COVID 19: 1.      https://bit.ly/himpsieducovid 2.      https://bit.ly/bantuanpsikologi 3.      https://publikasi.himpsi.or.id 4.      https://bit.ly/relaksasipsikologis 5.      https://bit.ly/himpsipeduli 6.      http://bit.ly/rujukanhimpsisejiwa Cek ricek informasi, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, tetap sehat, saling membantu #himpsipusat

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Written by juneman in: Uncategorized |
Jul
28
2020
0

Psikologi Menanggapi Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual

Dr. Juneman Abraham, S.Psi. memaparkan mengenai Yurisprudensi Terapeutik (Therapeutic Jurisprudence) yang didalaminya sebagai sebuah kajian ilmiah psikologi forensik yang dipetik dalam Naskah Akademik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Kajian sistematik terhadap Hukum Terapeutik dilakukannya sejak lebih dari satu dekade yang lalu, tepatnya tahun 2008, terbit di Jurnal Kajian Ilmiah (JKI) Universitas Bhayangkara Jaya (Ubhara Jaya) Vol. 9 No. 3, 2008. Hal ini sekaligus ikut menegaskan minat dan kiprahnya dalam bidang psikologi kebijakan publik.

Kegiatan ini turut dihadiri dan diberikan paparan oleh Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Ibu Dr. Livia Istania D. F. Iskandar, M.Sc., selaku Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). PDI Perjuangan, selaku penyelenggara kegiatan, memang mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun/Focus Group Discussion (FGD) terkait Urgensi Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual guna menggali informasi dan masukan dari berbagai pihak. Menyadari pentingnya peran masyarakat sipil maupun lembaga-lembaga di luar Legislatif, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) diantara pihak yang diundang untuk memberikan masukan pada acara tsb. Adapun FGD dilaksanakan pada: Selasa, 28 Juli 2020 Pukul : 14.00 sd selesai.

Dr. Abraham merupakan salah seorang representasi HIMPSI (Ketua Kompartemen Riset dan Publikasi) bersama Ketua Umum HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), Prof. Dr. Seger Handoyo, Prof. Dr. Yusti Probowati (Ketua II), Dr. M. G. Adiyanti (Ketua III), Dr. Andik Matulessy (Sekjen), Sri Tiatri, Ph.D. (Ketua Kompartemen Pengembangan Profesi Psikologi dan Kode Etik), dan Dr. Preysi Siby (Bendahara).

Ketua Umum HIMPSI, Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog

Written by juneman in: Uncategorized |
Jul
28
2020
0
Jul
28
2020
0

Modal Sosial di Kala Pandemi

Artikel Bilamana Modal Sosial Dapat Dibanggakan?

View this post on Instagram

Tulisan Edukasi HIMPSI di Masa Pandemi Covid-19 Modal sosial ternyata memiliki dua wajah, positif dan negatif. Jembatan antarkedua wajah itu ialah pemantauan dan kontrol sosial. Dalam rangka itu, dibutuhkan dua hal. Pertama, kemampuan masyarakat untuk sejenak mengambil jarak psikis ketika sesamanya melakukan pelanggaran. Bahwa "yang melanggar" dan "yang patuh" adalah dua kategori masyarakat yang tidak lagi sama. Kedua, keberanian masyarakat untuk mengambil peran secara impersonal, menghadirkan dan mendukung sanksi sosial sesegera mungkin menyusuli pelanggaran guna memulihkan harmoni sosial. Yaitu untuk menjadikan "yang melanggar" kembali menjadi "kita (yang disiplin)", bukan lagi "mereka (yang bandel)". Sanksi sosial yang dimaksud bukan pertama-tama datang dari aparat keamanan, bukan juga "main hakim sendiri" yang tidak mengindahkan hukum positif, melainkan seyogianya bersumber dari etika, seni, dan kebijaksanaan masyarakat sendiri. Di DI Yogyakarta, misalnya, terdapat imbauan untuk tidak membeli dari atau pun menjual kepada mereka yang tidak mengenakan masker. Dengan demikian, masyarakat akan merasa memiliki status identitas (secara afektif) sebagai sukarelawan yang berani secara moral mengawal pelaksanaan pembatasan sosial dan protokol kesehatan. Baca selengkapnya di http://bit.ly/modalsosialcovid *Bilamana Modal Sosial Dapat Dibanggakan* Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP HIMPSI Akses HIMPSI Peduli Pandemi COVID 19: 1.      https://bit.ly/himpsieducovid 2.      https://bit.ly/bantuanpsikologi 3.      https://publikasi.himpsi.or.id 4.      https://bit.ly/relaksasipsikologis 5.      https://bit.ly/himpsipeduli 6.      http://bit.ly/rujukanhimpsisejiwa Cek ricek informasi, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, tetap sehat, saling membantu #himpsipusat

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Written by juneman in: Uncategorized |
Jul
26
2020
0

Psikologi Korupsi: Bagaimana Membincangkannya?

Psikologi Korupsi” memang mudah diucapkan, bahkan dituliskan. Kendati demikian, apakah kita bersedia melakukan penyelidikan mendalam terhadapnya? Maukah kita ikut ambil bagian di dalamnya?

Kami tengah melakukannya, mari kita bersama. Sebuah konferensi internasional merupakan sebuah langkah untuk mengukuhkan bidang studi the psychology of corruption. Namun barangkali masih “terlalu sempit” dibandingkan pesatnya perkembangan tindak korupsi itu sendiri.

Nah, kali ini (24 Juli 2020) kami membincangkannya bersama PsychologyIsUs, sebuah kanal yang memperoleh coverage dari The Peace Psychologist, Divisi ke-48 dari organisasi profesi psikologi terbesar di dunia, American Psychological Association (APA).

Selamat menikmati perbincangan kami, dan, sekali lagi, mari kita bersama!

Written by juneman in: Uncategorized |
Jul
25
2020
0

Sains dan Mindset Kita

Selamat menikmati salindia dan paparan saya dalam kegiatan OpenCon2019 Indonesia di Universitas Paramadina, Jakarta.

Saya memberikan pendekatan psikologis dan kultural dalam mengintegrasikan sains terbuka dalam praktik keseharian kita.

Written by juneman in: Uncategorized |
Jul
23
2020
0
Jul
22
2020
0

Kelas Mini Penulisan Artikel Ilmiah

Pada 20 Juli 2020, saya menjadi pembicara pelatihan “Penulisan Artikel Ilmiah” yang diselenggarakan oleh GreatNusa Universitas Bina Nusantara.

Saya menggunakan tajuk/brand GRAPE, yaitu Good Research and Publication Practices. Kali ini adalah Seri 2, setelah sebelumnya berlangsung GRAPE Seri 1 melalui platform GreatNusa.

Yang istimewa dari pelatihan ini adalah jumlah peserta dalam sebuah kelas mini (sembilan dosen/faculty members BINUS University).

Materi yang saya susun juga lebih customized karena saya susun berdasarkan artikel para calon peserta yang saya minta untuk dikirimkan kepada penyelenggara kegiatan.

Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan serta respons para peserta.

Jul
21
2020
0

Menjadi Anggota Tim Penilai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Yang ditekankan Prof. Ronny adalah bahwa Reviewer/Penilai Program Kreativitas Mahasiswa merupakan sebuah Profesi, sehingga pekerjaan-pekerjaanya diikat oleh kode etik profesional.

Written by juneman in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio