Sep
15
2020
0
Apr
09
2020
0

Buku Psikologi Himpunan Psikologi

Dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia, 7 April 2020 dan Hari Buku Sedunia, 23 April 2020, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) meluncurkan:

• Buku Seri ke-4 Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa, berjudul “Psikologi dan Integrasi Bangsa”

• Berkala Psikologi Indonesia Volume 1 Nomer 2, bertema “Akses terbuka (open access) sebagai realisasi gagasan ilmu yang terbuka (open science)”

• Situs https://publikasi.himpsi.or.id, berisikan buku dan terbitan berkala HIMPSI.HIMPSI memiliki dua buah tradisi dalam pengembangan pengetahuan, yakni penulisan buku Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa dan berkala Psikologi Indonesia.

Apresiasi HIMPSI terhadap pengembangan pengetahuan dikuatkan dengan keputusan HIMPSI mengenai SKP (Satuan Kredit Profesi) Pengembangan Kompetensi Psikologi yang baru saja dikeluarkan. Dalam keputusan tersebut, pengembangan kompetensi Psikologi mencakup kegiatan diseminasi pengetahuan Psikologi.

Peluncuran situs https://publikasi.himpsi.or.id yang dapat diakses bebas untuk dibaca ditujukan untuk mendukung belajar dan bekerja di rumah pada masa tanggap darurat COVID-19 ini. Shannon Nolan, seorang jurnalis multimedia digital, menyatakan bahwa membaca buku elektronik merupakan salah satu satu cara kreatif untuk tetap terhibur selama harus di rumah. Perasaan terhibur akan membawa emosi positif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Pembebasan akses terhadap pengetahuan yang tersimpan dalam buku elektronik menjadi salah satu gerakan sosial yang penting untuk “memanusiakan manusia”, di tengah keterbatasan mobilitas kita saat ini.

Atas dasar hal tersebut diatas, HIMPSI meluncurkan buku dan terbitan berkala HIMPSI secara daring, yaitu:

• Buku Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa, terdiri dari:

o Buku Seri Ke-4: Psikologi dan Integrasi Bangsa

o Buku Seri Ke-3: Psikologi dan Pendidikan dalam Konteks Kebangsaan

o Buku Seri Ke-2: Psikologi dan Teknologi Informasi

o Buku Seri Ke-1: Revolusi Mental: Makna dan Realisasi

• Berkala Psikologi Indonesia, terdiri dari:

o Psikologi Indonesia Vol. 1 No. 1, Menjadi Psikologi yang Relevan

o Psikologi Indonesia Vol. 1 No. 2, Sains Terbuka & Manajemen Talenta

HIMPSI berharap pengambil kebijakan, dosen, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat umum dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari pembuatan keputusan, pengembangan diri, maupun untuk kepentingan lainnya.

Peluncuran dilaksanakan pada:

Rabu, 8 April 2020, pukul: 15.00 – 17.00 WIB, via Zoom Meeting

Peluncuran dibuka oleh Ketua Umum PP HIMPSI (Dr. Seger Handoyo, Psikolog), dan dilanjutkan pengantar dari Editor Buku Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa dan Berkala Psikologi Indonesia, yaitu:

• Prof. A. Supratiknya, Ph.D., Psikolog

• Dr. Tjipto Susana, M.Si., Psikolog

• Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si.

• Dr. Rahkman Ardi, M.Psych.

Peluncuran juga diisi short speech menarik tentang Psikologi dan Integrasi Bangsa oleh:

• Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat – Brigjen TNI Dr Eri Radityawara Hidayat

• Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut – Laksamana Pertama TNI Drs. Tri Budi Marwanto, M.M., Psikolog

• Kepala Dinas Psikologi Angkatan Udara – Marsma TNI Dr.Drs. Sukmo Gunardi, M.Si., Psikolog

• Kepala Biro Psikologi SSDM POLRI – Brigjen Pol. Yudawan R., S.H., M.H.

• Prof. Dr H Abd. A’la, M.Ag. – Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Periode 2000 – 2018.

• Shahnaz Safitri, M.Psi., Psikolog – Dosen Fakultas Psikologi UI

Oct
10
2019
0
Mar
16
2017
0

Tiga Rangsangan Riset yang Berorientasikan ‘Customer’

Perkataan customer-oriented research setidaknya membawa ingatan saya pada 3 (tiga) buah peristiwa yg pernah saya alami.

Pertama adalah workshop Jurnal Humaniora yang saya ikuti di UGM. Ketua Redaksi waktu itu (sekitar 2013) menyatakan bahwa beliau punya konsen tentang bagaimana publikasi ilmiah dari orang Indonesia tetap juga dapat dinikmati oleh seluas-luasnya masyarakat Indonesia. Di sini menyangkut pula persoalan bahasa. Yang mengesankan saya adalah ungkapan beliau, bahwa meskipun sudah memiliki kiprah publikasi pada tingkat internasional, beliau masih juga menyempatkan diri untuk menulis di jurnal-jurnal ilmiah maupun majalah-majalah yang dianggap ‘kecil’ yang berbahasa Indonesia agar hal-hal yang beliau ketahui turut terjangkau oleh para dosen, mahasiswa, dan awam yang masih juga banyak membaca publikasi yang demikian. Hal ini menurut hemat saya sangatlah inspiratif.

Peristiwa kedua adalah paparan keynote speaker Prof Murnizam Hj. Halik di Auditorium Universitas Mercu Buana Jakarta saat konferensi Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi tahun 2013. Beliau memaparkan puluhan contoh artikel jurnal yang dari judul dan abstraknya sudah sangat super-spesialistik serta memuat alur mediasi dan moderasi sejumlah variabel dengan sofistikasi sangat tinggi. Beliau waktu itu bahkan agak ‘menantang’ audiens, siapa sajakah di antara komunitas ilmuwan maupun praktisi PIO yang hadir yang bisa mengerti dan menjelaskan ulang judul dan abstrak tersebut. Tampaknya waktu itu beliau mengkontekskan paparan tersebut dalam rangka aplikabilitas riset untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat ASEAN.

Pengalaman ketiga, adalah membaca ulasan beberapa tahun lalu di Koran Kompas oleh Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, S.J., salah seorang guru besar etika yang paling masyur di Indonesia, mengenai bahwa dalam hal filsafat, masyarakat Indonesia lebih membutuhkan pengembangan filsafat yang ‘generalis’, seperti wawasan tentang bagaimana umumnya pemikiran Karl Marx, bukan pemikiran Marx yang sudah sampai ‘printilan’-nya. Hal ini juga berdampingan, tetapi bukan bermaksud defensif, dengan kenyataan sebagian kesulitan dosen filsafat di Indonesia ‘menembus’ jurnal filsafat papan atas yang tidak sedemikian diikuti diskursusnya oleh kebanyakan dosen-dosen filsafat di Indonesia (tidak pula seperti di beberapa negara maju di mana perkumpulan dlm bidang filsafat cukup pesat berkembang).

Oleh sebab itu, saya menganggap penting bagi kita untuk mempertanyakan ulang, “Siapakah sebenarnya konsumen, dan pemangku kepentingan keseluruhan dari penelitian kita? Bagaimana sebuah ‘customer-attentive research‘ mau didefinisikan dan diupayakan?”. Hal ini patut dijawab selekasnya karena akan menyangkut banyak aspek dari kebijakan perjurnalan kita. [Bandingkan juga dengan tulisan saya baru-baru ini: Pelajaran dari Nobel Laureate tentang Keragaman dalam Penelitian].

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio