Binusian

Suicide Prevention (Pencegahan Bunuh Diri)

Baru saja saya membaca sebuah berita, Dapat Nilai E dan IPK Tak Sesuai Harapan, Mahasiswa Gantung Diri. Bunuh diri masih merupakan persoalan psikososial di Indonesia. Untuk itu, saya juga turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan hal ini di komunitas saya. Beberapa upaya misalnya:

Pertama, berpartisipasi dalam berbagai diskursus (wacana) dan praktik terkait dengan peningkatan kesehatan jiwa/mental, termasuk menerbitkan Panduan Layanan Pertolongan Psikologis Pertama Jarak Jauh.

Kedua, mengikuti pelatihan spesifik (khusus) tentang pencegahan bunuh diri (keterangan di bawah ini, saya mengikuti pelatihan selama 10 jam lebih, mulai dari suicidologi hingga konseling dan intervensi krisis dengan turut mempertimbangkan realitas masyarakat Indonesia yang religius), maupun psikologi kematian.

Ketiga, terlibat dalam riset atau penelitian terkini tentang Suicide Prevention yang dipelopori oleh Sandersan Onie, Ph.D., yang melibatkan Badan Kesehatan Sedunia (World Health Organization).

Mempersiapkan Maba (Mahasiswa baru) Psikologi BINUS

Mempersiapkan sekitar 150 mahasiswa baru (3 kelas) Psikologi BINUS University dalam program FYP (First Year Program), Orientation & Transition Program (OTP) – Searching, Reading, & Writing Skills (Academic & Non-Academic), pada tanggal 12 dan 19 Agustus 2021, melalui Zoom.

Editorial Board Meeting, Journal of Cognitive Sciences and Human Development (JCSHD)

Dr. Juneman Abraham menjadi Anggota Dewan Editor Journal of Cognitive Sciences and Human Development (JCSHD) terbitan UNIMAS (University Malaysia Sarawak).

Jurnal ini sangat prospektif dan mengundang partisipasi teman-teman khususnya dari Fakultas/Jurusan yang terkait dengan minda dan perkembangan manusia, seperti Psikologi.

Pertemuan Dewan Editor yang pertama telah dilaksanakan melalui Zoom pada tanggal 15 Juli 2021.

Ethical Clearance dan Komite Etik Penelitian Psikologi

Penelitian psikologi wajib beretika. Guna lebih menjamin pernyataan ini, dibutuhkan Ethical Clearance.

Apa itu Ethical Clearance? Apakah soal boleh/tidak boleh mengenai sebuah aksi riset? Soal putih/hitamnya penelitian? Atau, ada yang lebih mendasar?

Yang menerbitkannya adalah Komite/Komisi Etik Penelitian. Tapi… apa syarat-syarat atau kualifikasi komite ini?

Apakah semua badan yang mengklaim dirinya sebagai ‘Komite etik’ itu layak untuk kita datangi guna meminta pertimbangan, konsiderasi, bahkan keputusan etik mengenai kelayakan sebuah riset psikologi?

Bagaimana dengan etika riset yang melibatkan mahadata (big data)? Apakah ada perkembangan etika di sini? Atau etika yang ada sudah cukup memandu?

Saya membicarakannya dalam webinar Hati-hati Meneliti: Etika Riset Manusia dalam Penelitian Psikologi, yang diselenggarakan oleh Undhira Bali.

Seminar Psikologi untuk Umum yang membahas Ethical Clearance yg diselenggarakan secara khusus oleh Fakultas/Jurusan/Program Studi Psikologi di Indonesia mungkin baru pertama kali ini diadakan.

Salut utk Psi. Undhira!

Materi paparan saya terbagi menjadi 6 (enam) bagian:

(1) Gejala yang saya saksikan belum lama ini

(2) “Etika Sedang Naik Daun”

(3) Panorama Klirens Etik Penelitian

(4) Bad Science?

(5) Dari Hati Nurani ke Komite Etik

(6) Etik Riset SOSHUM “Berbeda” dari Biomedis : Bahan Penyusunan Formulir Ethical Clearance

Terms of Reference Webinar 26 Juni 2021. Kekhasan penelitian psikologi adalah proses pelaksanaan penelitian yang melibatkan manusia dan luaran penelitian yang berdampak bagi manusia. Oleh karena itu, etika riset manusia membantu penelitian psikologi tetap empiris dan menjaga hak asasi manusia. Salah satu ragam penelitian psikologi, khususnya di Indonesia, adalah penelitian mengenai perilaku manusia dalam kaitannya dengan konteks sosial, budaya, dan/atau latar belakang etnis.

Apabila tidak disadari oleh peneliti, penelitian psikologi dalam ranah tersebut rentan menimbulkan bahaya laten seperti meningkatnya diskriminasi atau rasisme terhadap kelompok etnis tertentu, bahkan memperuncing perpecahan atau pengelompokan antar suku bangsa di suatu wilayah. Oleh karena itu, etika riset manusia dalam penelitian psikologi dan publikasi hasil penelitian menjadi penting untuk diperhatikan.

Salah satu cara untuk memastikan peneliti telah menerapkan prinsip-prinsip etika riset manusia dan kode etik penelitian adalah melalui proses ethical clearance. Ethical Clearance (EC) atau kelayakan etik merupakan keterangan tertulis yang diberikan oleh komisi etik penelitian untuk riset yang melibatkan makhluk hidup yang menyatakan bahwa suatu proposal riset layak dilaksanakan setelah memenuhi persyaratan tertentu. Di lain pihak, persetujuan dari Komisi Etik Penelitian dalam suatu riset sangat diperlukan dalam publikasi jurnal ilmiah nasional ataupun internasional.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan mengenai manfaat memahami etika riset manusia dan memahami cara mengajukan/memperoleh EC.  Bagi peneliti psikologi,  adanya EC memberi perlindungan kepada peneliti dan partisipan, serta secara praktis mempermudah proses publikasi penelitiannya.  Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura berkolaborasi dengan Konsorsium Psikokultural Indonesia (KPI) mengadakan seminar dalam jaringan dengan judul “Hati-hati meneliti: Etika riset manusia dalam penelitian psikologi.”.

Seminar daring ini bertujuan untuk:

  1. Mengajak para peneliti di Indonesia untuk lebih memperhatikan kode etik dalam melakukan penelitian ataupun publikasi hasil penelitian
  2. Menambah wawasan peserta terkait dampak yang dapat terjadi dari proses penelitian dan publikasi hasil penelitian terkait kajian sosial budaya
  3. Memberikan pengetahuan terkait pentingnya ethical clearance dalam penelitian
  4. Memberikan pengetahuan terkait prosedur pelaksanaan uji etik penelitian.
  5. Memberikan manfaat praktis bagi peneliti psikologi Indonesia dalam pemerolehan ethical clearance

Psikolog sosial BINUS bergabung dalam MAKPI

Psikolog sosial BINUS University, Dr. Juneman Abraham, bergabung dalam sebuah organisasi pemerhati dan pegiat kebijakan publik, yang bernama Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI), yang diketuai oleh Dr. Riant Nugroho.

Dr. J. Abraham, yang juga merupakan pengajar Psikologi Kebijakan Publik, juga sekaligus sebagai anggota pengurus Kompartemen Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dalam struktur kepengurusan MAKPI yang pertama. Peluncuran (soft-launching) MAKPI dilakukan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2021.

Semoga semakin memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia, Fostering and Empowering the society in building and serving the Nation, melalui penghebatan kebijakan-kebijakan publik di Indonesia.

Update 26 Agustus 2021: Menghadiri Wisuda Virtual Program Mini Magister Kebijakan Publik sebagai salah satu peserta (Saya berpakaian a la Betawi dengan nomor peserta 132/20). Penyelenggara: Rumah Reformasi Kebijakan (RRK), dengan Ketua Yayasan Dr. Riant Nugroho.

Berbagi dengan Mahasiswa di UPN Veteran Yogyakarta

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan kreativitas serta minat mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Departemen Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan webinar PKM dengan berfokus pada penggalian ide kreatif dalam penulisan PKM terfokus pada PKM-K dan PKM-PM. Dengan diadakannya webinar ini, diharapkan mahasiswa mampu menghasilkan ide – ide yang jauh lebih kreatif serta inovatif sehingga nantinya mahasiswa mampu untuk lebih berfikir kreatif bahkan mampu bersaing di tingkat PIMNAS maupun lomba kepenulisan lainnya.

Webinar ini dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 12 Juni 2021
Waktu : 09.00 WIB s.d selesai
Tempat : Aplikasi Zoom Meeting.

Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Memberikan pengetahuan serta pemahaman mengenai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
  2. Memberikan pengetahuan yang mendukung pengembangan intelektualitas bagi mahasiswa tentang bagaimana cara berfikir kreatif dan inovatif
  3. Memotivasi mahasiswa bahwa menulis PKM tidak sesulit yang dibayangkan.
  4. Mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta untuk berani menuangkan ide dan gagasannya dalam proposal PKM
  5. Membantu mahasiswa dalam pengembangan ide kepenulisan PKM yang nantinya dapat diajukan sebagai lomba maupun Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Lead Auditor, AMI (Audit Mutu Internal) BINUS University 2021

Audit Mutu Internal merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu (SPMI) yang dilaksanakan oleh Bina Nusantara University secara rutin, setiap tahun. Pada tahun yang lalu, kami melakukan auditing akademik terhadap dua buah program studi pada September 2020.

Pada 2021 ini, saya sebagai Lead Auditor bersama dengan tim audit melakukan auditing terhadap dua buah program studi. Yang pertama adalah program studi Business Information Systems (International Program) yang berlangsung pada 19 Mei 2021.

Update: 3 Juli 2021, Mengaudit Prodi Master of Accounting (MAKSI) BINUS University