Menyambut perayaan 45 Tahun BINUS University, tradisi panggung hiburan di BINUS Employee Award (BEA) kembali digelar meriah. Kali ini, saya memutuskan untuk ikut unjuk gigi dan bertransformasi menjadi “Lord June Kempot”—anggap saja titisan Didi Kempot versi kampus!
Membawakan nuansa campursari untuk menghibur keluarga besar BINUS Higher Education tentu kurang lengkap tanpa busana yang pas. Saya mengenakan pakaian bermotif Garuda hasil berburu di etalase karya nusantara, Sarinah Thamrin. Semoga penampilan kecil ini berhasil membagikan tawa dan menghadirkan keceriaan untuk kita semua!
Kekerasan seksual telah bergeser dari sekadar masalah sosial menjadi darurat struktural yang memerlukan intervensi multidimensi. Di tengah kuatnya desakan agar dunia akademik mengambil peran nyata, Universitas Bina Nusantara (BINUS University) menunjukkan komitmen institusional yang kokoh. Melalui rekam jejak kepakaran saintifik Prof. Juneman Abraham, BINUS University memposisikan dirinya bukan sebagai menara gading yang pasif, melainkan sebagai aktor intelektual yang konsisten membangun peta jalan (roadmap) pencegahan kekerasan seksual berbasis sains. Keterlibatan institusional ini terekam kuat dalam rentang waktu lebih dari satu dekade, bergerak dinamis dari level intervensi psikologis perilaku, kontribusi kebijakan nasional, riset proteksi anak, hingga pembenahan tata kelola moral di ruang digital.
Fondasi ilmiah BINUS University dalam isu ini diawali dari pendekatan tata kelola perilaku yang mendalam. Sejak tahun 2015, BINUS menjadi rahim akademis bagi diskusi kritis melalui penyelenggaraan seminar Gender in Justice serta kajian ilmiah mengenai intervensi psikologis bagi pelaku kekerasan. Kontribusi ini menegaskan bahwa penanganan kekerasan tidak boleh berhenti pada aspek punitif semata, melainkan harus mampu menumbuhkan dan merawat asa perubahan perilaku pada laki-laki pelaku kekerasan melalui konseling. Melalui pendekatan preventif-rehabilitatif ini, BINUS meletakkan dasar ilmiah bahwa pemutusan rantai kekerasan harus menyentuh akar psikososial terdalam dari pelaku agresi.
Eksistensi akademis tersebut diekskalasi BINUS University ke ranah kebijakan publik makro. Pada tahun 2020, dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) tingkat nasional yang melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), BINUS memberikan sumbangsih pemikiran krusial bagi penyusunan Naskah Akademik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Dengan mengusung paradigma Therapeutic Jurisprudence (Yurisprudensi Terapeutik), BINUS menawarkan perspektif psikologi forensik kebijakan publik yang menekankan bahwa produk hukum harus berfungsi sebagai instrumen penyembuhan dan pemulihan bagi korban, bukan sekadar instrumen penghukuman yang kaku secara prosedural.
Dampak riset BINUS University kian meluas secara nasional melalui keterlibatan aktif dalam melindungi kelompok paling rentan, yakni anak-anak. Menghadapi realitas maraknya kekerasan seksual anak—di mana data menunjukkan statistik memprihatinkan bahwa 3 dari 10 anak laki-laki dan 4 dari 10 anak perempuan berisiko menjadi korban—BINUS menginisiasi riset kolaboratif multi-tahun yang intensif sejak akhir 2021 bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan KemenPPPA. Kerja keras ilmiah ini membuahkan hasil signifikan pada Mei 2023 dengan diluncurkannya Modul “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak bagi Anak dan Orang Tua”. Modul ini menjadi bukti nyata hilirisasi riset BINUS yang mengubah teori psikologi perkembangan menjadi panduan praktis berbasis bukti (evidence-based) guna membekali orang tua dan pengasuh di seluruh Indonesia dalam mengidentifikasi serta merespons ancaman predator seksual.
Memasuki era digital, BINUS University merespons tangkas perluasan modus pelecehan seksual di ruang siber. Dalam diskursus publik mutakhir pada April 2026 melalui platform Podcast Senin Sore, BINUS secara tegas membedah bagaimana pelecehan verbal di ruang siber kerap melanggengkan kerentanan struktural akibat ketimpangan relasi kuasa dan budaya feodal yang masih tersisa di institusi pendidikan. Menggunakan pisau analisis psikologi sosial, BINUS menyoroti pergeseran energi kehidupan (eros) menjadi energi kematian destruktif (tanatos) akibat lingkungan digital yang toksik.
Secara institusional, BINUS mengumandangkan penolakan keras terhadap fenomena institutional betrayal dan konsep counterfeit campus—yakni kampus “seolah-olah” yang tampak membela hak masyarakat di permukaan, namun bungkam dan defensif demi menyelamatkan nama baik ketika menghadapi kasus kekerasan di lingkungannya. Sebaliknya, BINUS menegaskan bahwa integritas kampus sejati diuji dari transparansi, tindakan korektif, serta penyediaan dukungan struktural bagi ekosistem perlindungan korban, seperti optimalisasi literasi komunitas dalam taktik intervensi 3D (Direct, Distract, Delegate).
Secara keseluruhan, riwayat kontribusi saintifik ini membuktikan bahwa bagi BINUS University, pencegahan kekerasan seksual bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah laku eksistensial untuk menegakkan martabat kemanusiaan. Dari ruang konseling, naskah undang-undang, modul pengasuhan nasional, hingga kritik moral ruang digital, BINUS University secara konsisten memimpin dengan keteladanan ilmiah demi mewujudkan lingkungan sosial yang aman, berkeadilan, dan merawat kemanusiaan.
Capek nggak sih sama sistem kampus yang feodal?
Ternyata alasan kenapa banyak korban pelecehan di kampus milih bungkam itu bukan karena mereka lemah, tapi karena ada “tembok” relasi kuasa yang tinggi. Dari urusan nilai sampai ijazah, semua bikin kita ngerasa powerless.
Yuk, cari tahu gimana cara kita sebagai mahasiswa bisa menawarkan tindakan alternatif dan bikin ekosistem kampus yang lebih asik dan aman:
“Cuma bercanda kok, baper amat!”
Sering denger kalimat ini di grup kelas atau tongkrongan?
Hati-hati, ternyata ada batas tipis antara humor dan pelecehan verbal di ruang digital.
Di video ini, Prof. Juneman kupas tuntas kenapa kampus sering jadi tempat yang nggak aman buat kita dan gimana cara bedain jokes yang sehat vs yang ngerendahin.
Biar nggak ‘kena mental’ atau nggak malah jadi pelaku tanpa sadar, mending simak penjelasannya.
POV: Kamu liat temen dilecehin tapi bingung mau bantu gimana?
Jangan cuma jadi penonton! Di podcast ini dibahas strategi 3D (Direct, Distract, Delegate) buat nolongin korban, plus kenapa victim blaming masih sering banget terjadi di sekitar kita.
Saatnya kita bareng-bareng ubah kampus jadi tempat yang bener-bener memanusiakan manusia.
Saya berpartisipasi pada rangkaian PILMAPRES 2026 – “Intellectual Excellence & Impact”, yang berlangsung di Library Knowledge Center (LKC), BINUS Kampus Anggrek pada tanggal 27 Maret 2026. Agenda dimulai dengan sesi Gagasan Kreatif – BINUS Impact Challenge.
Juneman Abraham Bergabung sebagai Anggota Academic Advisory Board (AAB) ASEAN Research Network (ARN)
Ia telah secara resmi diundang untuk bergabung dalam Academic Advisory Board (AAB) di ASEAN Research Network (ARN).
Undangan bergengsi ini merupakan bentuk pengakuan atas keahlian dan kontribusi ilmiah beliau yang luar biasa dalam memperkuat misi ARN untuk membina riset kolaboratif berdampak tinggi di kawasan ASEAN dan sekitarnya.
Mengenai ASEAN Research Network (ARN)
ARN adalah organisasi yang diakui secara resmi oleh Sekretariat ASEAN (ASEC). Jaringan ini didirikan untuk menghubungkan para peneliti di seluruh kawasan guna memajukan pengetahuan regional serta mempromosikan pembuatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking).
Peran dan Tanggung Jawab: Sebagai anggota AAB, Juneman Abraham akan memainkan peran krusial dalam pertumbuhan dan penjaminan mutu aktivitas riset ARN, yang meliputi:
Mentorship. Membimbing para peneliti muda (emerging researchers) di kawasan ASEAN.
Dukungan Strategis. Mendukung aplikasi hibah riset, publikasi, dan penelitian regional yang relevan dengan kebijakan.
Fasilitasi Akademik. Mendukung dokumentasi konferensi ARN dan berpartisipasi aktif dalam berbagai acara akademik internasional.
Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup sinergi dengan jurnal-jurnal afiliasi P2A, seperti EAI Endorsed Transactions on Tourism, Technology & Intelligence (TTi), Industrial Networks and Intelligent Systems, serta Social Enterprise Journal sebagai platform publikasi riset regional berkualitas tinggi.
Di samping sebagai mitra bestari Jurnal ASPIRASI DPR RI, Juneman Abraham yang juga merupakan Wakil Rektor Riset dan Alih Teknologi BINUS University, berkiprah mendukung terbentuknya Perundang-undangan yang sehat di Indonesia, melalui kepakarannya di bidang Psikometri atau pengukuran psikologi – khususnya Psikologi Sosial – untuk penyusunan telesurvei dalam rangka menggali kebutuhan dan aspirasi masyarakat dalam berbagai Rancangan Undang-Undang.
Mulai 2024, Vice Rectorate – Research and Technology Transfer, BINUS University, mencanangkan Pengabdian kepada Masyarakat yang bermetodologi (Methodological Community Development).
Hal ini ditandai dengan kegiatan Webinar Penulisan Artikel Ilmiah PkM Bermetodologi “Strategi Integrasi Hasil Penelitian dalam Implementasi Kegiatan PkM yang Dituangkan dalam Penulisan Jurnal PkM“, oleh unit Community Empowerment (CE) dengan koordinator Ibu Retno Dewanti, dengan pembicara Prof Widodo Budiharto dan saya sendiri, pada 2 Februari 2024.
Saya memaparkan sejumlah metode untuk “meneliti sambil mengabdi“, “mengabdi sambil meneliti“, sehingga hasil-hasil kegiatan ini dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah, baik jurnal pengabdian kepada masyarakat (seperti SEEIJ) maupun jurnal ilmiah penelitian.
Pada 4 Desember 2023, Juneman Abraham berbagi cerita tentang BINUS University dalam sebuah kuliah tamu di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dengan tajukUniversity Governance and Management: Best Practice from Universitas Bina Nusantara dalam mata kuliah Educational Leadership and Management.
Kuliah tamu ini diperuntukkan bagi mahasiswa Doktor bidang Pendidikan di Fakultas Pendidikan di universitas tersebut. Mahasiswa berasal dari tiga negara, yakni Indonesia, Afghanistan, dan Meksiko. Undangan kepada Dr. Abraham disampaikan oleh Ibu Tati Lathipatud Durriyah, Ph.D., Acting Dean, Faculty of Education.
Dalam kesempatan ini, Dr. Abraham berbicara tentang, antara lain, sejarah dan pencapaian BINUS University, logika dan motivasi di balik semboyan “Fostering and Empowering Nusantara“, motto “People – Innovation – Excellence“, Visi BINUS 2035, Visi Indonesia 2045 dan Bonus Demografi, Innovation and Impossibility yang dianut BINUS, sistem SODA (Centralized Operations, Decentralized Academics), makna “World Class” (berkelas dunia) bagi BINUS, Membangun budaya teknologi (“IT Culture“), Keunikan dari Kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi, Konsekuensi yang ditanggung BINUS sebagai teladan (role model), Visi tentang Teknologi dan Entrepreneurhsip, BINUSIAN values, sampai dengan pentingnya universitas yang besar berperilaku seperti perusahaan yang kecil, dan arti penting menjadi BINUSIAN yang berbahagia.
Semoga dengan ini, terjalin kerja sama yang semakin erat antara BINUS University dan Indonesian International Islamic University!
Di Institut Teknologi PLN, saya berbicara dengan para ksatria petir mengenai Program Kreativitas Mahasiswa, pada 25 Oktober 2023.
Lulusan Institut Teknologi PLN dituntut memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan demikian, pemikiran dan perilaku yang ditunjukkan mahasiswa akan bersifat kreatif (unik dan bermanfaat) dan konstruktif (dapat diwujudkan). Kemampuan berpikir kreatif dan bertindak inovatif mahasiswa dapat disalurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Dalam rangka menyambut Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa, ITPLN perlu mempersiapkan serta membekali mahasiswa dalam menemukan ide kreatif dan inovatif yang dapat disusun dalam bentuk usulan Program Kreativitas Mahasiswa yaitu dengan menyelenggarakan Festival Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2023 yang sebelumnya program ini dinamakan Creativity Competition. Dengan adanya program Creativity Competition yang diselenggarakan pada tahun 2022, mampu mendorong minat mahasiswa untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2023 sehingga perolehan pendanaan pada tahun 2023 mengalami kenaikan yaitu 3 (tiga) proposal, dimana pada tahun 2022 ITPLN memperoleh 1 (satu) pendanaan. Oleh karena itu, pada tahun 2023 ini ITPLN menyelenggarakan Festival Program Kreativitas Mahasiswa dengan tujuan membantu serta memfasilitasi mahasiswa dalam mempersipakan diri untuk menyambut Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2024.
Menguji Mahasiswa Dalam Seminar Proposal dan Seminar Hasil Penelitian DCS BINUS (Doctor of Computer Science): Model Pengembangan Pola Karier dan Penempatan Jabatan Personel TNI Angkatan Laut, dan Predicting Personality Dynamicsand The Influence of User Interactions on Twitter using Deep Learning and Temporal Graphs
Menjadi Narasumber Fakultas Psikologi UI Mengenai Kompetensi Alumni Prodi Doktor
Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa di BINUS Business School (link) (Dosen dan Mahasiswa) serta Communication Department BINUS University(khusus Dosen). Riwayat saya mendampingi PKM 3 tahun terakhir: Link 1 | Link 2.
Sebagai Auditor melakukan Audit Mutu Internal pada MTI (Magister Teknologi Informasi) dan DRM (Doctor of Research in Management) BINUS University
Menjadi bagian dari Penyamaan Persepsi Reviewer Penelitian dari BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Kemdikbudristek
Pada tahun 2023 ini, saya memilih menjadi pembina sebuah organisasi kemahasiswaan bernama BVoice Radio Radio Kampus Nomor 1 di Indonesia. Minat dan kepedulian saya terhadap radio sudah mulai sejak tahun 1990-an, ketika saya mulai remaja; saya mengingat persis beberapa nama penyiar di sejumlah radio. Bahkan hingga saat ini saya masih sering mendengar radio via live streaming.
Dalam pertemuan perdana dengan pengurus teras BVoice Radio, saya belajar tentang program-program siaran BVoice Radio, mendiskusikan sejumlah aktivitas dan program kerja setahun BVoice Radio, sekaligus menyampaikan harapan agar sumberdaya intelektual (intellectual resources) yang melimpah di kampus BINUS University dapat ditransformasikan menjadi konten siaran.
Memang
sudah waktunya, di era Sains Terbuka (Open Science) ini, hal-hal yang
tidak perlu “ditutup”, ya, dibuka saja, seperti misalnya nama Penyunting
Penelaah / Mitra Bestari / Reviewer untuk tiap-tiap artikel yang di-review.
Hal ini sudah diterapkan pada Jurnal Frontiers in Psychology.
Berikut ini adalah contoh penampakannya:
Lebih
bagus lagi jika menerapkan Open Peer Review (Penelaahan
Terbuka).
Panduan
Layanan Psychological First Aids (PFA)/Pertolongan Psikologis
Pertama — Jarak Jauh
*Adaptasi
berbahasa Indonesia untuk konteks Indonesia oleh Himpunan Psikologi Indonesia
(HIMPSI) atas dokumen, sbb: Copyrighted material with permission of IFRC (2020): IFRC (International
Federation of Red Cross and Red Crescent Societies) Reference Centre for
Psychosocial resources. Remote Psychological First Aid during the COVID-19
outbreak. Interim guidance — March 2020. Retrieved from: https://reliefweb.int/sites/reliefweb.int/files/resources/IFRC-PS-Centre-Remote-Psychological-First-Aid-during-a-COVID-19-outbreak-Interim-guidance.pdf .
Penerjemah/Translator (31 Mar. 2020): Dr. Seger Handoyo (Ketua Umum
Himpunan Psikologi Indonesia) dan Dr. Juneman Abraham (Ketua Kompartemen Riset
dan Publikasi, Himpunan Psikologi Indonesia).
Tim
Sains Terbuka Indonesia turut berpartisipasi dalam Jon Tenants Memorial
Day, pada 9 April 2021.
Sumber
presentasi Set Them Free: http://bit.do/SetThemFree
Saya
menyampaikan pandangan tentang warisan Jon Tennant, sebagai berikut:
Thank
you, Erwin.
Hi
friends! I am Juneman Abraham.
I am
the Head of Research & Publication Division of the Indonesian Psychological
Association,
I am
also an Associate Professor of Social Psychology at Bina Nusantara University
in Jakarta, Indonesia
Jon was
an advocate of open science who, paradoxically and interestingly, constantly
did self-criticism of the concept and movement of open science.
The
open science that he formed, developed, and socialized is a true open
science, which is beautifully protected from the “counterfeit open
science”-deriving from current practices of neoliberalism.
Let us
reflect on one of his last articles entitled Fixing the Crisis State of
Scientific Evaluation. One of his most important legacy is his political
insistence that we need to “police the police”, we need to “police the metric
vendors” by imposing our own regulation to them — based on
what we value most about science and society.
He also
strongly reminds us to approach the knowledge economy differently by
fostering a more compassionate, dialogical, catch-all, and
bullying-free research culture.
Materi
berikut ini saya terima dari Prof. Sundani Nurono pada Jumat, 2 April 2021,
dalam acara penyampaian filosofi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Eksposur
Prof. Sundani mengenai posisi seharusnya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
dalam Perguruan Tinggi sangat saya apresiasi, hingga saya unggah di YouTube
berupa Video di bawah ini.
Prof.
Sundani dari Institut Teknologi Bandung merupakan Pembina PKM yang sangat saya
segani sejak saya mengikuti BIMTEK PKM tahun 2018 di Universitas Bina Darma, Palembang.
Paparan
Prof. Sundani tampaknya senada dengan paparan Prof. Enoch Markum dari
Universitas Indonesia, dalam Twitter berikut ini; hanya saja, perspektif kedua
Guru Besar ini memiliki kekhasan masing-masing. Yang menarik, Prof. Sundani
menggunakan dimensi spiritualitas dalam menjelaskan gejala
yang beliau prihatinkan — yang beliau sebut sebagai “Demam Sangkar
Tridarma Perguruan Tinggi”.
Di
samping itu, beliau menggunakan perspektif antar/inter (between) bidang
Tridarma untuk “menekan” riset masuk ke Pengabdian kepada Masyarakat (Beliau
mensugesti agar Darma Pengabdian kepada Masyarakat — Mercusuar-nya
Perguruan Tinggi — diperbesar menjadi minimal 30%).
Hal ini
dapat melengkapi masukan-masukan Tim Sains Terbuka Indonesia selama ini yang
terfokus pada intra (within)
darma Riset dan Publikasi.
Aksi-aksi between dan within bidang-bidang
Tridarma ini patut menjadi sebuah gerakan bersama, tidak lain untuk
meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui lembaga pendidikan
tinggi. By the way, pendekatan berbasis antar/inter-Tridarma
sebenarnya juga sudah saya ungkapkan dalam acara Rock The Talk: Sejalan
dengan “hukum kekekalan energi”, jika satu darma menyusut, ia pasti
menggelembung di darma yang lain. Sebaliknya bisa terjadi, bila
seorang dosen sedang kurang performed dalam riset, boleh
jadi — biasanya — ia performed dalam
Pengembangan Masyarakat atau “ComDev” (community development), yang di
Universitas Bina Nusantara terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu (1)
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang tak berbayar, dan (2) Pelayanan
Profesional kepada Masyarakat (Professional service)
yang berbayar.
Materi
kedua dan ketiga berikut ini saya peroleh dari seorang rekan di WhatsApp
Group Neuronesia, pada 4 April 2021. Apakah Anda dapat
menemukan benang merah dari ketiga materi ini?
Bagaimana
jika resonansi semakin kuat, karena pada 30 Maret 2021, kami juga telah
menerbitkan sebuah tulisan, yang menekankan hal senada?
Mengenai
kepengaran karya ilmiah/karil, saya bicarakan pada 20 Januari 2021. Saya
menyampaikan tentang perbedaan (dan juga irisan) antara Authorship dan Contributorship. Bahwa
belum adanya kesepakatan akan hal ini akan menimbulkan “kekacauan” dalam dunia
akademik kita; sampai-sampai seorang kolaborator dapat bertukar
posisi dengan seorang plagiator.
Pada 23
Desember 2020, saya berbicara dalam sebuah forum bertajuk Darurat
Plagiat. Saya berbicara khusus mengenai apa dan bagaimana ANJANI (Anjungan
Integritas Akademik).
Berikut
adalah tautan materinya:
Ini
adalah flyer dari kegiatan ini:
Mengenai Integritas
Akademik, sebenarnya sudah saya bicarakan juga jauh hari sebelumnya,
sepanjang 2019, ketika mendapat penugasan dari Kementerian RistekDikti.
Berikut
ini adalah tautan materinya:
Di
samping itu, pada 3 Juli 2020, saya berbicara hal yang lebih luas lagi,
yakni Isu Etika dalam Penelitian, di mana saya menekankan
tentang pentingnya penyelesaian dilema etis secara rasional sebagai bagian dari
Pendidikan Etika.
Meeting Tim International Scientific CommitteeAssociation
of Behavioural Researchers on Asians/Africans (ABRA) atau
Persatuan Penyelidik-Penyelidik Perilaku Orang Asia/Africa, 16
Desember 2020.
The government’s rhetoric of Indonesian resurgence is one of economic and health recovery from the current disruptive pandemic. However, this rhetoric has not been matched in reality, as the recovery focus and fulfillment have been heavily slanted towards the economic sphere. There is a need for a policy which could sustainably alleviate both economic and […]
Ada kalimat yang dalam beberapa tahun terakhir mendadak menjadi dogma baru di ruang-ruang rapat kebijakan, mimbar akademik, hingga meja makan keluarga: kita harus belajar hidup bersama AI.Kata “bersama” di sini diucapkan dengan nada yang hangat, seolah-olah teknologi digital ini adalah sesosok kerabat baru yang baru saja mengetuk pintu rumah kita, membawa janji efisiensi, kemudahan, dan masa […]
Pada semester pertama di tahun 2026, saya berkesempatan untuk menjadi bagian dari tim penelaah proposal penelitian dan hilirisasi:Indonesian-Netherlands Universities Consortium for Sustainable Futures (INUCoST) 2026. Undangan menilai dari Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Diktisaintek. Tujuannya, dalam rangka penjaminan mutu hasil penelitian pada perguruan tinggi, serta untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Penelaahan Proposal INUCoST.Promoting Research and […]
Juneman Abraham (BINUS) dan Dasapta Erwin Irawan (ITB) menjadi tim penyusun kajian kebijakan Program Indonesia Akses Tunggal (SATU) Jurnal.Akses terhadap literatur ilmiah yang berkualitas merupakan fondasi esensial untuk memajukan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional. Namun, lanskap pendidikan tinggi di Indonesia, yang sangat beragam dengan institusi negeri dan swasta dengan status keuangan yang berbeda-beda (PTN Badan […]
Pernahkah Anda mendengar ANJANI (Anjungan Integritas Akademik Indonesia)? Platform ini merupakan “turunan implementatif” dari Permendikbudristek 39 / 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah.Kendati demikian, hingga hari ini (18 Februari 2026), belum ada Petunjuk Teknis (Juknis) dari Permendikbudristek ini, meskipun sudah pernah disosialisasikan beberapa kali, termasuk oleh Kemendikti.Pada sekitar pertengahan tahun 2024, pernah dibentuk sebuah […]
Mengapa selingkuh online jauh lebih mudah?Pertama, low risk & efisien. Komunikasi asinkron, tanpa batas jarak, dan minim logistik. Bisa nyelip di tengah aktivitas sama pasangan sah! [02:01]Kedua, adanya anonimitas & peluang mewujudkan ideal self. Cocok buat yang insecure di dunia nyata. Orang bisa bikin self-presentation yang on point pake filter dan nickname [04:06], melipatgandakan peluang seduktif yang […]
Dari mana selera musik berasal?Juneman Abraham, psikolog sosial dan mantan pengajar psikologi seni di Fakultas Humaniora Universitas Bina Nusantara, menjelaskannya dalam esai berjudul “Selera Musik: Antara Misteri Pikiran dan Bahasa Hati”.
Penilai Penelitian — BRINPenilai / Reviewer Penelitian — Badan Riset dan Inovasi Nasional mengikuti pelatihan dengan mata kegiatan, sebagai berikut:Pengantar Review Penelitian: Kebijakan dan Skema Pendanaan Riset dan Inovasi di BRINEtika Reviewer dan Konflik Kepentingan dalam Penilaian Proposal PenelitianPenilaian Proposal Penelitian: Kriteria dan Metodologi Penilaian Proposal Penelitian, Evaluasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proposal PenelitianTeknik Memberikan Umpan BalikPraktik Penggunaan Aplikasi RisnovStudi […]
Sejarah Psikologi IndonesiaBelakangan ini, saya bereksperimen sederhana untuk menghasilkan sebuah narasi tentang sejarah Psikologi di Indonesia. Saya meminta Gemini AI untuk membuat narasi tersebut dengan melandaskan diri pada sumber-sumber terbuka di internet.Hasilnya adalah sebagai berikut: Psikologi di Indonesia Dalam Lintasan Sejarah [Sebuah Eksperimen dengan Generative AI]. Setidaknya ada tiga bagian tulisan mulai dari Perkembangan Psikologi […]
Sebagai dosen tidak tetap (adjunct lecturer) di School of Government and Public Policy — Indonesia (Sekolah Tinggi Kepemerintahan dan Kebijakan Publik), pada 4 Februari 2025, saya menguji (sekaligus membimbing) sebuah penelitian bertajuk Human-Centric Policy Evaluation of Jakarta Smart City Initiatives: Enhancing Citizen Engagement to Create Sustainable Public Service yang dilakukan oleh Muhammad Fibiyan Aflah.Semoga berkontribusi pada kebijakan kota […]
Sesuai dengan ketentuan Pemerintah bahwa Penilai Kinerja Dosen wajib memiliki Sertifikat/Sertifikasi (lulus ujian), pada 2024 yang lalu, saya telah menerima Sertifikat yang memuat NIRA (Nomor Induk Registrasi Asesor).Proses sertifikasinya sendiri berlangsung pada 2023; sertifikat terbit pada 3 September 2024.
Sebuah premis sederhana: Negeri yang terbuka, riset-risetnya tentu tidak ada yang ditutup-tutupi atau disamarkan. Hasil riset anak-anak negerinya dapat dengan mudah ditemukan dalam referensi-referensi naskah-naskah akademik perundangan-undangan. Data-data yang menjadi basis analisis juga secara transparan dibuka untuk khalayak. Saya turut membicarakan juga skandal riset palsu ketika berbicara tentang riset terbuka dalam Forum Open Indonesia, 24 […]
Terlibat dalam urusan ranking dunia tentu tidak sepenuhnya salah, malahan dapat menjadi salah satu cermin. Yang bermasalah adalah fetisisme terhadap pemeringkatan tanpa dibarengi berpikir kritis. Sangat disesalkan bahwa sejumlah media – baik media massa mainstream maupun homeless media – turut mengglorifikasi berbagai perangkingan – barangkali, tanpa menyadari impak seriusnya. Saya dengan ini mengajak kita semua […]
Kita perlu menyentuh hingga ke akar-akar psikologis korupsi, baik akar psikologi individual maupun akar psikologi sosial. Bicara hingga ke akar seringkali dihindari. Ini yang menyebabkan sebagian kita pandai bicara antikorupsi, sementara justru mempraktikkan kebalikannya. Para penerima beasiswa negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab tinggi untuk membadani kesejatian kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas moral dari setiap tindakannya, […]
Kita tidak suka terhadap omon-omon Namun…,Kita sendiri kah pelaku omon-omon? Celoteh di kelas – kita bilang “pendidikan”? Paper bikinan AI – kita bilang “penelitian”? Kunjungan masyarakat sesaat – kita sebut “pengabdian”? Proyekan berseri-seri – kita sebut “keberlanjutan”? Jurnalisme pesanan – kita namai “dampak kegiatan”? Sungguh…, Tobat nasional bukan hanya soal pejabat yang korupsi Melainkan soal […]
Gerakan mahasiswa di Indonesia tengah mengalami pergeseran pendulum sosiopsikolinguistik. Ruang publik akademis yang membincangkan nasib rakyat tidak lagi didominasi oleh debat kelas atau mimbar formal yang mandek pada labirin teori, asas hukum normatif, maupun ideologi abstrak. Alih-alih, ruang-ruang itu kini dihentakkan oleh ledakan umpatan, plesetan kasar, hingga aksi penolakan fisik yang dramatis. Fenomena terbaru di […]
Bagaimana jika wajah atau suara Anda dikloning oleh AI untuk menipu orang terdekat Anda? Ini adalah realitas krisis epistemic trust yang kita hadapi hari ini. Deepfake bukan lagi sekadar hiburan, tapi ancaman nyata bagi psikis dan finansial masyarakat kita, dari tingkat lokal hingga nasional bahkan internasional; tidak sedikit dijadikan sebagai alat politik juga. Deepfake AI […]
Dalam rangka menyambut KONGRES XV HIMPSI dan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Road to Congress XV HIMPSI, terselenggara Webinar “Psikologi Digital & Artificial Intelligence: Menavigasi Peran, Etika, dan Inovasi” pada 9 Mei 2026 via Zoom online. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang psikologi. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) […]
Mencegah korupsi melalui riset ilmiah yang berdampak sangatlah mungkin. Hal ini yang menjadi bahan diskusi para mitra bestari INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi pada 18 Mei 2026 bertempat di Bogor, Jawa Barat. Turut hadir Wakil Ketua KPK, Bapak Prof. Agus Joko Pramono. Dua tahun yang lalu, kegiatan sejenis turut diadakan bersama Wakil Ketua KPK, Bapak Dr. Nurul […]
Jakarta, 30 Oktober 2024 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas pegawai melalui penyelenggaraan kegiatan Sharing Session penulisan artikel ilmiah Jurnal Integritas bersama Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., seorang Profesor dari BINUS University sekaligus Mitra Bestari Jurnal Integritas. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Randi – Yusuf, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK […]
Riset kami tentang Kecemasan Pelajar terhadap Statistika diangkat oleh Pusat Kebudayaan Perancis (Institut Français d’Indonésie – IFI) dalam rubrik Sains & Teknologi. Merupakan sebuah kehormatan untuk dapat diulas oleh platform lintas negara. Sejak saat itu, saya berpartisipasi dalam riset-riset lanjutan mengenai topik ini dengan terlibat pada sinergi lebih banyak negara. Nantikan publikasi ilmiah kami untuk […]