Bangsa

Vice Rector BINUS Joins ASEAN Research Network

Juneman Abraham Bergabung sebagai Anggota Academic Advisory Board (AAB) ASEAN Research Network (ARN)

Ia telah secara resmi diundang untuk bergabung dalam Academic Advisory Board (AAB) di ASEAN Research Network (ARN).

Undangan bergengsi ini merupakan bentuk pengakuan atas keahlian dan kontribusi ilmiah beliau yang luar biasa dalam memperkuat misi ARN untuk membina riset kolaboratif berdampak tinggi di kawasan ASEAN dan sekitarnya.

Mengenai ASEAN Research Network (ARN)

ARN adalah organisasi yang diakui secara resmi oleh Sekretariat ASEAN (ASEC). Jaringan ini didirikan untuk menghubungkan para peneliti di seluruh kawasan guna memajukan pengetahuan regional serta mempromosikan pembuatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking).

Peran dan Tanggung Jawab: Sebagai anggota AAB, Juneman Abraham akan memainkan peran krusial dalam pertumbuhan dan penjaminan mutu aktivitas riset ARN, yang meliputi:

  • Penelaahan Sejawat (Peer Review). Meninjau makalah riset kolaboratif dan proyek penelitian.
  • Mentorship. Membimbing para peneliti muda (emerging researchers) di kawasan ASEAN.
  • Dukungan Strategis. Mendukung aplikasi hibah riset, publikasi, dan penelitian regional yang relevan dengan kebijakan.
  • Fasilitasi Akademik. Mendukung dokumentasi konferensi ARN dan berpartisipasi aktif dalam berbagai acara akademik internasional.

Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup sinergi dengan jurnal-jurnal afiliasi P2A, seperti EAI Endorsed Transactions on Tourism, Technology & Intelligence (TTi), Industrial Networks and Intelligent Systems, serta Social Enterprise Journal sebagai platform publikasi riset regional berkualitas tinggi.

Berkiprah via DPR RI: Psikometri Telesurvei RUU

Di samping sebagai mitra bestari Jurnal ASPIRASI DPR RI, Juneman Abraham yang juga merupakan Wakil Rektor Riset dan Alih Teknologi BINUS University, berkiprah mendukung terbentuknya Perundang-undangan yang sehat di Indonesia, melalui kepakarannya di bidang Psikometri atau pengukuran psikologi – khususnya Psikologi Sosial – untuk penyusunan telesurvei dalam rangka menggali kebutuhan dan aspirasi masyarakat dalam berbagai Rancangan Undang-Undang.

Podcast Kontribusi Riset BINUS University

BINUS University konsitsen memberikan kontribusi untuk nusantara, salah satunya melalui penelitian dan transfer teknologi. Untuk membahas topik ini, tim redaksi dari Jurnal BINUSIAN, Felis sudah bersama dengan Vice Rector Research and Technology, Profesor Juneman Abraham.

Penjajagan Kerja Sama Riset dengan Monash University, Australia

Pada 5 Desember 2023, Prof. Dr. Juneman Abraham, selaku Wakil Rektor Universitas Bina Nusantara bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, berjumpa dengan sejumlah personel Monash University, Melbourne, Australia, melalui kanal Zoom.

Dua personel yang dijumpai Prof. Abraham adalah Andrew Jaspan dan Eve Anderson, sebagai bagian dari 360info, sebuah media global yang di-host oleh Monash. Sehari-harinya, mereka berhubungan erat dan melapor langsung kepada Provost and Senior Vice-President dari Monash.

Perjumpaan yang dimoderatori oleh seorang jurnalis senior Indonesia, Ria Ernunsari, ini dilangsungkan dalam rangka menjajagi kerjasama riset di bidang komunikasi sains.

Komunikasi sains merupakan salah satu dari lima buah haluan baru dari Vice Rector – Research & Technology Transfer BINUS University dalam Periode Kepemimpinan 2023-2028, dengan mana Prof. Juneman memiliki passion yang besar agar karya-karya ilmiah dosen BINUS University, baik yang terindeks Scopus maupun tidak, dapat dinikmati oleh masyarakat umum atau orang awam dalam bentuk bahasa verbal maupun visual yang populer dan mudah dipahami.

Dengan demikian, riset-riset para dosen, peneliti, dan inventor BINUS dapat semakin berdampak nyata di tengah-tengah masyarakat, sesuai dengan visi BINUS yakni “Fostering and Empowering Nusantara“.

Bercerita tentang BINUS di Univ. Islam Internasional Indonesia

Pada 4 Desember 2023, Juneman Abraham berbagi cerita tentang BINUS University dalam sebuah kuliah tamu di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dengan tajuk University Governance and Management: Best Practice from Universitas Bina Nusantara dalam mata kuliah Educational Leadership and Management.

Kuliah tamu ini diperuntukkan bagi mahasiswa Doktor bidang Pendidikan di Fakultas Pendidikan di universitas tersebut. Mahasiswa berasal dari tiga negara, yakni Indonesia, Afghanistan, dan Meksiko. Undangan kepada Dr. Abraham disampaikan oleh Ibu Tati Lathipatud Durriyah, Ph.D., Acting Dean, Faculty of Education.

Dalam kesempatan ini, Dr. Abraham berbicara tentang, antara lain, sejarah dan pencapaian BINUS University, logika dan motivasi di balik semboyan “Fostering and Empowering Nusantara“, motto “People – Innovation – Excellence“, Visi BINUS 2035, Visi Indonesia 2045 dan Bonus Demografi, Innovation and Impossibility yang dianut BINUS, sistem SODA (Centralized Operations, Decentralized Academics), makna “World Class” (berkelas dunia) bagi BINUS, Membangun budaya teknologi (“IT Culture“), Keunikan dari Kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi, Konsekuensi yang ditanggung BINUS sebagai teladan (role model), Visi tentang Teknologi dan Entrepreneurhsip, BINUSIAN values, sampai dengan pentingnya universitas yang besar berperilaku seperti perusahaan yang kecil, dan arti penting menjadi BINUSIAN yang berbahagia.

Semoga dengan ini, terjalin kerja sama yang semakin erat antara BINUS University dan Indonesian International Islamic University!

Mendiskusikan Kreativitas dengan Para Ksatria Petir

Di Institut Teknologi PLN, saya berbicara dengan para ksatria petir mengenai Program Kreativitas Mahasiswa, pada 25 Oktober 2023.

Lulusan Institut Teknologi PLN dituntut memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan demikian, pemikiran dan perilaku yang ditunjukkan mahasiswa akan bersifat kreatif (unik dan bermanfaat) dan konstruktif (dapat diwujudkan). Kemampuan berpikir kreatif dan bertindak inovatif mahasiswa dapat disalurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).


Dalam rangka menyambut Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa, ITPLN perlu mempersiapkan serta membekali mahasiswa dalam menemukan ide kreatif dan inovatif yang dapat disusun dalam bentuk usulan Program Kreativitas Mahasiswa yaitu dengan menyelenggarakan Festival Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2023 yang sebelumnya program ini dinamakan Creativity Competition. Dengan adanya program Creativity Competition yang diselenggarakan pada tahun 2022, mampu mendorong minat mahasiswa untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2023 sehingga perolehan pendanaan pada tahun 2023 mengalami kenaikan yaitu 3 (tiga) proposal, dimana pada tahun 2022 ITPLN memperoleh 1 (satu) pendanaan. Oleh karena itu, pada tahun 2023 ini ITPLN menyelenggarakan Festival Program Kreativitas Mahasiswa dengan tujuan membantu serta memfasilitasi mahasiswa dalam mempersipakan diri untuk menyambut Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2024.

Pokok bahasan:

  1. PKM – Riset Eksakta
  2. PKM – Kewirausahaan
  3. PKM – Pengabdian Kepada Masyarakat
  4. PKM – Penerapan IPTEK
  5. PKM – Karsa Cipta
  6. PKM – Karya Inovatif
  7. PKM – Video Gagasan Konstruktif
  8. PKM – Gagasan Futuristik Tertulis
  9. PKM – Artikel Ilmiah

Berkiprah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Setelah berjumpa dengan Kepala BRIN Bapak Handoko, Prof. Juneman Abraham juga berkiprah sebagai pada

  • Direktorat Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi pada Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi (foto tanggal 31 Mei 2023), mendiskusikan indikator kinerja riset publik nasional di mana saya membicarakan isu global juga, mengenai krisis replikasi, sains terbuka, dan gerakan slow science;
  • Direktorat Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi, dan Otoritas Ilmiah pada Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi (foto tanggal 19 Mei 2023), mendiskusikan klirens etik.
  • Kedeputian bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, sebagai peninjau.

Meluncurkan Riset Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pada Anak

Sebagai dukungan pelaksanaan UU no. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan percepatan implementasi Perpres No. 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Kemen PPPA) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) telah melakukan riset dan menyusun Modul “Pencegahan dan Penanganan kekerasan Seksual Pada Anak bagi Anak dan Orang Tua”.

Pemaparan hasil Riset beserta launching modul diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 23 Mei 2023
Waktu : pukul 13.30-16.00 WIB
Youtube: KemenPPPA RI, Wahana Visi Indonesia, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI)

Acara ini gratis dan terbuka untuk jurnalis, aktivis anak, akademia, orangtua/pengasuh dan umum. Tersedia juru bahasa isyarat. 

Pemberitaan:

Kekerasan Seksual Anak Marak, KemenPPPA Rilis Modul Pencegahan

https://tirto.id/kekerasan-seksual-anak-marak-kemenpppa-rilis-modul-pencegahan-gJVg

Dosen Membentuk Serikat Buruh: Bagaimana Logika dan Faktanya?

Menjelang Hari Buruh 1 Mei 2023, ramai berbagai diskusi tentang gagasan dosen membentuk kesadaran kolektif, solidaritas bersama dalam wujud Serikat Dosen, Serikat Pekerja Perguruan Tinggi, dan nama-nama lainnya.

Akan tetapi, bagaimana sebenarnya logika – dan yang terpenting – fakta hukum dari pembentukan serikat bagi para dosen?

Yang jelas, Dosen telah berserikat (bahkan ada lebih dari sembilan puluh serikat dosen), sehingga pertanyaan Perlukah dosen berserikat? sesungguhnya merupakan pertanyaan mundur atau kilas balik.

Contoh serikat pekerja dosen baik di tingkat nasional (sebut saja Serikat Dosen Indonesia) maupun di tingkat kampus yang disahkan Kementerian Tenaga Kerja (sebut saja Ikatan Karyawan Dosen dan Tenaga Kependidikan di Universitas Mercu Buana) juga sudah ada. Perlu dilihat juga keragaman jenis dosen, agar tidak pukul rata bahwa semua dosen adalah sama.

Berbagai kajian filosofis, sosiologis, dan legal/hukum pun telah tersedia dan kita tidak kekurangan.

Dalam twit saya, saya justru mengajak kita berefleksi mengenai sikap kita terhadap Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), karena justru ini yang sangat relevan ketika mendiskusikan serikat dosen.

Akan tetapi, di/ke manakah dosen dalam pembahasan RUU Sisidknas? Bahkan ada dosen yang menyatakan pembatalan program legislasi nasional prioritas RUU Sisdiknas sebagai berkah. Benarkah?

Dengan bergulirnya RUU Sisdiknas, justru kita memiliki kesempatan untuk mengujinya, termasuk melihat bagaimana pemosisian serikat dosen dalam ekosistem hidup dosen. Akan tetapi, dengan berhentinya proses RUU Sisdiknas, betulkah kita mensyukurinya?