Aug
18
2020
0

Mengukuhkan Psikologi Kebangsaan di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

View this post on Instagram

Tulisan Edukasi HIMPSI #PsikologiKebangsaan #DirgahayuIndonesia Dari aspek psikologis, bangsa (Volk, nation) merupakan komunitas yang diikat oleh persepsi-persepsi subjektif yang melihat dirinya sebagai bagian dari bangsa itu. Karenanya bangsa memiliki jiwa (Volksgeist, national spirit; Volksseele, national psyche), yang sesungguhnya bukan berasal dari kesamaan kesukuan, bahasa, atau kekerabatan, melainkan berasal dari identifikasi psikologis pribadi-pribadi yang bersama-sama meleburkan diri dengan bangsa tersebut. Mengapa Psikologi Kebangsaan menjadi penting sebagai suatu bidang studi dewasa ini? Bangsa menghadapi berbagai persoalan sepanjang sejarahnya. Sebagian besar persoalan, apabila ditilik, sesungguhnya merupakan persoalan bagaimana bangsa berperilaku. Bukan hanya psikologi internasional yang perlu dikuasai, namun justru psikologi bangsa kita sendiri lah yang pertama-tama perlu digali dan dipetakan karakteristik, kekuatan dan kerentanannya. Mengambil kesimpulan tentang jiwa bangsa sangatlah tidak mudah; kita bisa tergelincir pada simplifikasi yang boleh jadi tidak akan menambah sesuatu pemahaman mengenai bangsa kita. Psikologi Kebangsaan jangan diharapkan untuk menghasilkan profil kejiwaan dan perilaku bangsa yang berlaku bagi semua anggota bangsa …. Kontradiksi-kontradiksi (kalau tidak “interlocking realities”) yang mesti dianggap sebagai paradoks dalam Psikologi Kebangsaan sangat dimungkinkan, dan justru jangan dianggap sebagai kegagalan Psikologi itu, melainkan merupakan kenyataan yang membawa kita kepada pemahaman psikologis yang semakin mendekati kebenaran. Meskipun sejak membuminya Psikologi Asia dengan hadirnya APsyA, ABRA, ARUPS, dan AASP, kita memiliki “teropong” dan “lensa” psikologi baru untuk melihat masyarakat Indonesia, kita perlu menyadari bahwa teropong dan lensa itu juga tidak selalu memadai dan meminta kita berkontribusi, melalui Psikologi Kebangsaan, …  agar lebih peka dan presisif dalam pernyataan kita mengenai psikologi kita sendiri. Selengkapnya di: http://bit.ly/psikologikebangsaan Penulis: Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP HIMPSI http://himpsi.or.id http://bit.ly/himpsieducovid

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Written by juneman in: Bangsa | Tags:
May
03
2015
0

Psikologi Kebangsaan: Sebuah Epilog

Epilog "Rakyat Nggak Jelas"

Epilog “Rakyat Nggak Jelas”

Endorsement "Rakyat Nggak Jelas"

Endorsement “Rakyat Nggak Jelas”

 

"Revolusi mental memang harus berawal dari mental juga..."

“Revolusi mental memang harus berawal dari mental juga…” (Juneman Abraham)

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio