Sep
30
2020
0

Prokrastinasi atau Penunda-nundaan, “Kalau bisa esok (lusa), mengapa harus sekarang?”

Seorang mahasiswa S2 Profesi Psikologi bertanya kepada saya mengenai alat ukur prokrastinasi berbahasa Indonesia yang bisa digunakan untuk kepentingan psikodiagnosis dan konseling.

Selanjutnya, berdasarkan teori persepsi diri (Daryl Bem, 1972) saya melakukan refleksi atas riset-riset dan kajian yang pernah saya bersama teman-teman lakukan terkait topik prokrastinasi ini.

Ternyata, saya dkk. sempat menghasilkan 3 tulisan mengenai prokrastinasi, yakni:

  1. Computer Anxiety, Academic Stress, and Academic Procrastination on College Students, lebih khusus prokratinasi dalam dunia akademik/pendidikan.
  2. Decisional Procrastination: The Role of Courage, Media Multitasking and Planning Fallacy, lebih khusus mengenai prokrastinasi dalam pengambilan keputusan (decision making). Kami meneliti tentang faktor-faktor yang potensial mematahkan prokrastinasi jenis ini.
  3. Saduran/terjemahan: Kemalasan itu Tidak Ada. Pokok pikiran artikel ini adalah bahwa prokrastinasi bukanlah sejenis “trait” (sifat kepribadian). Tidak ada orang yang memiliki “sifat malas”. Perilaku prokrastinasi bukanlah sifat ini, dan bukan bersumber dari sifat ini. Selalu ada faktor situasional yang mampu menjelaskan perilaku penunda-nundaan.

Sep
29
2020
0

Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020

Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) / Hari Kesehatan Mental Sedunia (HKMS) / World Mental Health Day (WMHD) 2020, pada 10 Oktober 2020 mendatang, yang mengambil tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access (Kesehatan Jiwa untuk Semua, Investasi Lebih Besar – Akses Lebih Luas), saya kembali mengingat sejumlah passions yang saya tuangkan untuk isu-isu kesehatan jiwa, sejak menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi, seperti:

  1. Menjadi Panitia Kegiatan Kuliah Umum Kesehatan Jiwa (2007).
  2. Menulis Di Mana Kita di Hari Kesehatan Jiwa Sedunia? (2014)
  3. Menjadi Anggota Tim Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk Layanan Sehat Jiwa / SEJIWA 119 ext. 8 (2020)
  4. Menyusun alat ukur (pengukuran) Kesehatan Jiwa berbahasa Indonesia pada masyarakat perkotaan (2012).
  5. Mengadvokasi Rancangan Undang Undang (RUU) Praktik/Profesi Psikologi.
  6. Menyunting Jurnal Ilmiah di bidang Kesehatan Jiwa (The Indonesian Journal of Mental Health), yakni ATARAXIS (2007).
  7. Berbicara tentang Schizophrenia Tahap Awal, dalam agenda Seminar Awam dari Sanatorium Dharmawangsa (2005).
  8. Berbicara pada Simposium Himpunan Jiwa Sehat Indonesia (HJSI), bertajuk Upaya Penyembuhan Gangguan Mental (Skizofrenia) Melalui Terapi Kognitif dan Terapi Keluarga (2005).
  9. Menjadi Narasumber dalam Kegiatan Seminar Hasil Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI (2012).
  10. Menjadi Ahli Sosial Psikologis dalam rangka Penyusunan Pedoman Sosial Psikologis di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (2009).
  11. Menyadur tentang psikologi bencana, bertajuk Psikologi Pelayanan Penyintas Bencana.

Isu-isu Kesehatan Jiwa memang senantiasa menarik bagi saya untuk diperjuangkan bersama, dan menurut hemat saya, kita perlu menemukan bentuk-bentuk layanan yang jauh lebih adaptif mengenai Kesehatan Mental sesuai dengan perkembangan Pandemi dan Revolusi Industri 4.0.

Sep
27
2020
0

Berbagi di Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Berdiskusi dengan Puslit Dewan Perwakilan Rakyat RI bersama Prof. Poltak Partogi Nainggolan, Profesor Riset Satu-satunya di DPR dkk., mengenai Antisipasi Efek Psikologis Kebijakan Penanganan Pandemi COVID19 di Indonesia, yakni pada 22 September 2020.

Sep
25
2020
0
Sep
24
2020
0
Sep
18
2020
0

Merdeka Belajar

Peluncuran Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 Edisi Merdeka Belajar. Saya mengantar ke tema edisi berikutnya, Merdeka Belajar dalam konteks Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia, mulai menit 1:30. Narasumber peluncuran edisi ini adalah Ibu Najelaa Shihab dan Bapak Jahja Umar.

Written by juneman in: Uncategorized |
Sep
15
2020
0
Sep
15
2020
0

Menyongsong Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

View this post on Instagram

Hari #KesehatanJiwa Sedunia (HKJS/HKMS) jatuh sebulan lagi, Sabtu, 10 Oktober 2020. Tema HKJS 2020 adalah #MentalHealthForAll: Greater Investment – Greater Access' (https://wfmh.global/world-mental-health-day-2020/). HIMPSI akan menerbitkan buku 'Kesehatan Jiwa dan Resolusi Pascapandemi di Indonesia'. Tulisan Edukasi HIMPSI DI MANA KITA DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA? Kesehatan jiwa memiliki dimensi fisik, mental, sosial, dan bukan semata-mata tidak dideritanya penyakit. Dalam pengalaman gangguan jiwa pun, konteks sosial-budaya berperan. Konteks dapat mempengaruhi sebagian orang yang terganggu jiwanya merasakan dunia yang kian menyempit. Gangguan yang mereka alami menjadi batas-batas bahkan mengerutkan diri mereka. Konteks sosial menjadi sumber distres. Namun bagi sebagian yang lain, ketika berinteraksi dengan konteks, gangguan menjadi ajang dimulainya penemuan-ulang diri dan penyulut lilin yang menerangi dunia sesama yang kelam. Terlebih pada orang Indonesia, spiritualitas perlu memperoleh perhatian lebih. Jangan sampai terjebak dalam “psikologisasi spiritualitas”, yakni memperlakukan spiritualitas sebagai proses-proses yang melulu dijelaskan secara psikologis. Psikolog Richard Lanyon sudah sejak 1971 mengemukakan tentang *teknologi kesehatan jiwa* yang berfungsi meningkatkan produktivitas manusia. Ada delapan teknologi yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam lapangan kesehatan jiwa, yang belum banyak berkembang pada masa itu, yakni (1) objektivikasi asesmen psikologis, (2) otomasi pemeriksaan psikologis, (3) otomasi klasifikasi informasi psikiatris, (4) teknologi pengambilan keputusan, (5) konseling dan terapi yang dibantu oleh mesin (machine-aided), (6) otomasi layanan pasien psikiatris, (7) teknologi modifikasi perilaku, dan (8) teknologi sistem rumah sakit dan sistem komunitas yang berhubungan dengan kesehatan jiwa. Tantangan bagi profesi psikologi adalah merumuskan teknologi psikologi yang tepat untuk dikembangkan dalam konteks Indonesia. Ternyata, masih banyak “pe-er” kita. Mari menyelesaikannya sambil merayakan HKJS. Penulis: Dr. Juneman Abraham Ketua Kompartemen Riset & Publikasi PP Himpsi bit.ly/hkjsedunia himpsi.or.id

A post shared by Himpunan Psikologi Indonesia (@himpsipusat) on

Sep
14
2020
0
Sep
11
2020
0

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio